Depok.suara.com - Kemunculan skutik baru dengan nama Mio 110 ini pun membuat banyak orang mengira jika motor skuter matic ini adalah generasi terbaru dari Yamaha Mio yang saat ini masih di jual di Indonesia. Namun, nyatanya skutik Mio 110 bergaya motor klasik nan sporty ini bukanlah produk skuter matic dari Yamaha loh.
Dikutip dari kanal YouTube YRP Official, saat ini pasar motor skuter matic terbilang sangat menjanjikan, apalagi di Indonesia. Hal ini pun dimanfaatkan oleh SYM (Sanyang Motor), yang mana baru saja meluncurkan skutik baru yakni SYM Mio 110. Motor ini diproyeksikan bakal menjadi penantang Honda Scoopy dan Yamaha Fino.
Produsen kendaraan roda dua SYM sendiri terbilang sudah lama berada di pasar tanah air, dengan menghadirkan beberapa produk andalannya mulai dari skuter matic, motor bebek, hingga motor sport.
Tampilan dan Desain
Untuk tampilan, skutik SYM Mio 110 ini mengusung konsep motor retro modern, desainnya terlihat mirip dengan Honda Scoopy dan Yamaha Fino. Bedanya, SYM Mio 110 ini memiliki desain body yang terlihat lebih agresif dengan bebarapa garis lekukan tajam.
Seperti bagian spakboard, bodi samping, hingga bagian tengahnya. Secara keseluruhan skutik ini lebih keren dan futuristik dibanding kedua rivalnya tersebut.
Fitur
Skutik berbody mungil dan imut ini tidak kalah dengan para pesaing di kelasnya. Karena telah dibelakali bangak fitur yang jadi keunggulannya.
Mulai dari penggunaan lampu LED di bagian depan dan belakang termasuk seinnya. Demikian pula pada panel istrument cluster yang sudah mengusung model digital.
Baca Juga: Persis Solo vs Bali United, Teco Minta Waspadai Semua Pemain Lawan
Uniknya lagi, posisi tangki bahan bakarnya terletak dibagian depan, termasuk lubang tangkinya berada di samping kiri dek depan.
Terdapat pula ruang penyimpanan di bagian dek, serta dibalik jok juga terdapat ruang bagasi cukup luas yang mampu menampung 1 buah helm.
Mesin dan Performa
Untuk dapur pacunya, SYM Mio 110 ini dibekali dengan mensin berkapasitas 111 cc, satu silinder, SOHC, berpendingin udara. Mesin tersebut pun mampu menghasilkan tenaga maksimal mencapai 5,5 KW pada 7.500 rpm dan torsi mencapai 7,3 Nm pada 5.500 rpm.
SYM Mio 110 sebenarnya dibekali denhan dua tipe mesin yanh pertama berkapasitas 110 cc dan 50 cc.
Sayangnya skutik ini tidak dipasarkan di Indonesia melainkan di negara tetangga kita yakni Malaysia. Mungkin yang jadi salah satu kendala menggapa skutik keren ini tidak masuk pasar Indonesia adalah penyematan nama Mio.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan