Depok.suara.com - Hampir semua orang menyukai ayam untuk di konsumsi. Sehingga, berbagai macam menu pilihan ayam semakin berkembang dan bervariasi.
Namun, beberapa waktu lalu ada isu terkait bagian ayam yang tidak boleh dimakan, yaitu bagian sayap dan ceker atau kaki ayam. Menurut informasi yang beredar, memakan sayap ayam dapat memicu kanker karena zat kimia yang di suntikan oleh peternak lewat bagian sayap.
Jika kamu termasuk penyuka ayam, ini adalah informasi penting yang harus kamu ketahui, simak selengkapnya ya!
Sudah dari tahun 2014
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (27/9/2022), pelarangan memakan sayap dan ceker ayam sudah berulang kali disebarkan, bahkan sejak tahun 2014. Dua tahun berselang, pada 2016, informasi yang sama kembali tersebar, hingga beberapa waktu lalu.
Tak hanya di Indonesia, informasi mengenai konsumsi sayap ayam bisa memicu kanker juga tersebar di negara lain, salah satunya di Amerika Serikat sejak tahun 2004. Hal ini seperti dimuat media cek fakta Snopes.
Penggunaan bahan-bahan kimia pada unggas hingga tumbuh lebih besar dan cepat menjadi hal yang banyak dicurigai dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia.
Departemen Ilmu Peternakan North Carolina State University (UNC) mencatatnya sebagai mispersepsi masyarakat menanggapi keberadaan ayam yang lebih besar dari yang ada sebelumnya. Mereka berpikir bahwa unggas-unggas itu mendapat suntikan hormon tertentu.
Padahal, itu merupakan hasil rekayasa genetika yang sudah dilakukan untuk kepentingan industri unggas agar berjalan lebih optimal dan sama sekali tidak membahayakan kesehatan.
Baca Juga: Sudah Lama Intim Bareng Maria Vania, Billy Syahputra: Ya tapi gak Tahu ke Depannya
Dalam sebuah penelitian dari Divisi Pertanian University of Arkansas disebutkan, ayam yang dikonsumsi di Amerika tidak diberikan suntikan steroid untuk mempercepat pertumbuhannya. Selama belasan tahun, ayam sudah dikembangbiakkan sedemikian rupa sehingga tumbuh dengan lebih besar, cepat, dan dengan pakan yang lebih sedikit.
Badan obat-obatan dan makanan Amerika, Food and Drugs Administration (FDA) menyatakan, kadar residu hormon yang terdapat dalam hewan-hewan konsumsi ada di ambang batas aman sehingga tidak akan menimbulkan efek apa pun pada manusia.
Jika memang harus menggunakan hormon yang membantunya tumbuh lebih besar, maka itu harus dilakukan dengan cara disuntik. Namun, cara ini harus dilakukan secara teratur dan akan merepotkan para peternak. Selain itu, FDA sudah melarang penggunaan hormon tersebut pada unggas sejak tahun 1960.
Penjelasan dokter
Menurut dokter spesialis onkologi RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, dr. Walta Gautama, Sp.B(k) Onk, informasi terkait memakan sayap ayam dan ceker ayam dapat menyebabkan kanker adalah hoaks. Ia menjelaskan, bahwa penyuntikan hormon untuk ayam potong sudah dilarang sejak tahun 1970.
"Itu hoaks, penyuntikan hormon untuk ayam potong sudah dilarang sejak 1970, jadi yang disuntikkan adalah vaksin," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Pemadaman Listrik di Jawa Jadi Alarm Ketahanan Energi: IESR Soroti Ketergantungan pada Batu Bara
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
-
Cinta, Tradisi, dan Kekuasaan dalam Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari
-
Keterangan Pers Bahlil Terkait Kenaikan Harga Pertamax dan Pemadaman Listrik Bergilir
-
Jelang AS vs Paraguay, Mauricio Pochettino Tak Mau Banyak Basa Basi: Harus Menang Terus
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
5 HP Samsung dengan Kamera 0.5 Paling Worth It Tahun 2026,Bikin Konten Estetik Makin Profesional
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact
-
BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
-
Hasil Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026: Taeguk Warrior Menang Comeback 2-1!