Depok.suara.com - Komika Bintang Emon menyampaikan kekesalannya atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa. Secara blak-blakan, Bintang menyebut aparat berbintang dalam komentarnya tersebut.
Pada awalnya Komika yang baru saja menikah tersebut membukanya dengan sentilan agar kejadian ini mampu menjadi revolusi kekerasan aparat dalam menangani massa.
Salah satunya adalah evaluasi terhadap SOP pengamanan dari kepolisian. Seperti menghilangkan tradisi kekerasan dalam penanganan suporter.
"Mudah-mudahan ini jadi titik revolusi kekerasan aparat dalam menangani masa. 'Tapi kita sudah sesuai SOP', berarti SOPnya yang harus di evaluasi bener ga penerapan kemarin. Dalam kerumunan massa tertentu, perlu ga tendangan kungfu? perlu ga tembak-tembak gas air mata?,” tutur Bintang Emon, dikutip Selasa (04/10/2022).
Dirinya lantas menyampaikan contoh
ketika ribut antara aparat dengan suporter, sehingga menyebabkan chaos. Menurutnya, hal tersebut bukan mutlak salah aparat yang ada di lapangan.
Tetapi bisa saja hal tersebut merupakan kesalahan aparat yang memiliki pangkat lebih tinggi. Karena aparat di lapangan, kemungkinan besar hanya sebatas pelaksana saja.
"Karena dalam stadion nih, wah aparat ribut sama suporter, suporter kesel ke aparat, chaos disana. Siapa tau yang salah aparat di atasnya dalam pengambilan keputusan, aparat di lapangan mah mungkin banyaknya pelaksana aja. Siapa tau justru kalau mereka anteng, nggak melakukan kekerasan dalam pelaksanaan tugas di kerusuhan,"
Ditambah lagi Bintang Emon menilai hal ini terjadi karena sistem yang ada. Dirinya menuturkan hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya korban bukan hanya sebatas warga sipil. Melainkan polisi-polisi yang menjadi harapan bersama untuk perubahan institusi juga terseret menjadi korban.
"Justru mereka diomelin karena mereka ga sesuai SOP, berartikan ini soal sistem, yang jadi korban udah bukan sipil doang. Polisi yang baik dan bener juga kan menurut gua jadi korban. Harapan kita di perubahan institusi ini jadi korban citra jeleknya juga mereka. Polisi yang meninggal kemarin di sana tuh lagi nolongin suporter di kerumunan, meninggal kehabisan oksigen, jadi korban juga," tambah bintang Emon.
Baca Juga: Resesi Global, Buruh Pabrik di Sukabumi Terdampak PHK Massal
Bintang Emon secara gamblang menyebutkan bahwa kasus ini merupakan tanggung jawab para aparat berbintang.
“Jadi menurut gue ini emang jadi tanggung jawabnya aparat berbintang ya," sambungnya.
Namun, ia sepertinya juga ragu dengan adanya tanggung jawab tersebut. Karena kasus berbintang kemarin saja, yang bahkan presiden sudah memberikan instruksi langsung beberapa kali saja, hingga saat ini tidak kunjung beres.
“Ditambah ada kasus ginian, kalo masih belum ada perubahan ya good luck aja buat kita,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ogah Dipanggil Kakek oleh Cucunya, Ahmad Dhani Kenalkan Sebutan Jiddi
-
Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini