/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:33 WIB
Foto Prewed Unik Bintang Emon (Instagram/@bintangemon)

Depok.suara.com - Komika Bintang Emon menyampaikan kekesalannya atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa.  Secara blak-blakan, Bintang menyebut aparat berbintang dalam komentarnya tersebut.

Pada awalnya Komika yang baru saja menikah tersebut membukanya dengan sentilan agar kejadian ini mampu menjadi revolusi kekerasan aparat dalam menangani massa.

Salah satunya adalah evaluasi terhadap SOP pengamanan dari kepolisian. Seperti menghilangkan tradisi kekerasan dalam penanganan suporter.

"Mudah-mudahan ini jadi titik revolusi kekerasan aparat dalam menangani masa. 'Tapi kita sudah sesuai SOP', berarti SOPnya yang harus di evaluasi bener ga penerapan kemarin. Dalam kerumunan massa tertentu, perlu ga tendangan kungfu? perlu ga tembak-tembak gas air mata?,” tutur Bintang Emon, dikutip Selasa (04/10/2022).

Dirinya lantas menyampaikan contoh
ketika ribut antara aparat dengan suporter, sehingga menyebabkan chaos. Menurutnya, hal tersebut bukan mutlak salah aparat yang ada di lapangan.

Tetapi bisa saja hal tersebut merupakan kesalahan aparat yang memiliki pangkat lebih tinggi. Karena aparat di lapangan, kemungkinan besar hanya sebatas pelaksana saja.

"Karena dalam stadion nih, wah aparat ribut sama suporter, suporter kesel ke aparat, chaos disana. Siapa tau yang salah aparat di atasnya dalam pengambilan keputusan, aparat di lapangan mah mungkin banyaknya pelaksana aja. Siapa tau justru kalau mereka anteng, nggak melakukan kekerasan dalam pelaksanaan tugas di kerusuhan,"

Ditambah lagi Bintang Emon menilai hal ini terjadi karena sistem yang ada. Dirinya menuturkan hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya korban bukan hanya sebatas warga sipil. Melainkan polisi-polisi yang menjadi harapan bersama untuk perubahan institusi juga terseret menjadi korban.

"Justru mereka diomelin karena mereka ga sesuai SOP, berartikan ini soal sistem, yang jadi korban udah bukan sipil doang. Polisi yang baik dan bener juga kan menurut gua jadi korban. Harapan kita di perubahan institusi ini jadi korban citra jeleknya juga mereka. Polisi yang meninggal kemarin di sana tuh lagi nolongin suporter di kerumunan, meninggal kehabisan oksigen, jadi korban juga," tambah bintang Emon.

Baca Juga: Resesi Global, Buruh Pabrik di Sukabumi Terdampak PHK Massal

Bintang Emon secara gamblang menyebutkan bahwa kasus ini merupakan tanggung jawab para aparat berbintang.

“Jadi menurut gue ini emang jadi tanggung jawabnya aparat berbintang ya," sambungnya.

Namun, ia sepertinya juga ragu dengan adanya tanggung jawab tersebut. Karena kasus berbintang kemarin saja, yang bahkan presiden sudah memberikan instruksi langsung beberapa kali saja, hingga saat ini tidak kunjung beres.

“Ditambah ada kasus ginian, kalo masih belum ada perubahan ya good luck aja buat kita,” pungkasnya.

Load More