Depok.suara.com - Kabar mengenai siswa-siswi Rohkris (Rohani Kristen) di SMAN 2 Depok, Jawa Barat yang mengalami diskriminasi terhadap ekstra kurikuler (ekskul) memancing kemarahan warganet. Disebutkan siswa-siswi ini tidak diberikan tempat yang layak seperti organisasi lain yang ada di sekolah tersebut.
Kabar tersebut disampaikan oleh salah seorang guru yang tidak disebutkan namanya. Guru tersebut mengatakan siswa-siswi ini tidak diperkenankan fasilitas sekolah, contoh ruangan kelas untuk Rohkris.
"Kami tidak diperkenankan menggunakan ruang kelas untuk Rohkris,” ucap salah seorang guru melalui pesan singkat, Selasa (04/10/2022) diwartakan Liranews.
Kondisi ini kemudian diperjelas oleh salah seorang murid SMAN 2 Depok yang beragama Kristen. Dia menjelaskan kemungkinan kondisi ini terjadi karena anak-anak dari Rohkris terlambat datang.
"Kalau tentang rohkris setau gua, ini karna terlambat aja buka pintu multiguna bawahnya. Jadinya rohkris pernah tuh ngadain acara pagi dilorong sama di depan perpustakaan," ucap salah satu murid yang tidak mau disebutkan namanya ketika dihubungi Depok.suara.com
Karena itu dirinya tidak sepakat dengan adanya kabar pembubaran kegiatan Rohkris. Dirinya menduga hal tersebut terjadi karena kegiatan ekstrakurikuler sedang dilburkan selama 2 minggu.
"Untuk masalah dibubarin, keknya enggak ada deh masalah itu. Itu mungkin karna ekskul kan diliburin 2 minggu, rohkris juga jadinya gak ada kegiatan hari jumat seperti biasanya selama 2 minggu di sekolah," ucapnya.
Tetapi dirinya tetap menyoroti minimnya fasilitas yang diberikan SMA 2 Depok kepada siswi-siswi Rohkris. Sehingga saat ada kegiatan, seperti ketika pelajaran Agama Islam, mereka harus belajar di lorong atau tidak di kantin.
"Jadi menurut gua ya, kek gak ada tempat khusus gitu aja buat yang rohkris. Kek kegiatan PJ (persekutuan Jumat) ama sate (saat teduh) dan juga kan ada jadwal pelajaran Agama Islam ya, kek gua yang non Muslim kan keluar kelas. Kalo gak dapet multiguna bawah ama atas, jadinya belajar di lorong atau gak kantin, " terangnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Sebut NasDem, Demokrat dan PKS akan Membangun Satu Aliran
"Sebelumnya juga pas jam pelajaran Agama Islam, yang non Muslim ke perpustakaan belajarnya. Tapi yang ngurus perpustakaan mungkin gak suka, jadinya disuruh pindah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi
-
Profil Timnas Swiss: Red Devils Bisa Jadi Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026
-
Kulit Anti-Stres! Inilah 4 Face Mist Sea Water yang Ampuh Menenangkan Wajah
-
5 Drama Korea dari Byeon Woo-seok, Populer Ada Lovely Runner!
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Batasan Pertemanan Lawan Jenis: Masih Relevankah di Tengah Era Kebebasan Saat Ini?
-
Mobil Avanza Terjun ke Parit di Sergai, Dua Orang Tewas
-
Cara Mudah Daftar Haji Lewat Pegadaian, Bisa Gunakan Jaminan Emas