Depok.suara.com - Komika Bintang Emon kembali menyindir para pejabat Indonesia. Walau yang unik kali ini dirinya membandingkan budaya pejabat Indonesia dengan Jepang.
Diketahui para pejabat di Jepang memiliki tradisi mengundurkan diri bila gagal dalam suatu program. Bahkan bila kesalahan itu dilakukan oleh anak buahnya, para pemimpinnya menjadi pihak pertama yang mundur.
Tetapi Bintang Emon menyampaikan pendapat sarkasnya bahwa hal itu membuat Jepang ternyata masih memiliki kekurangan. Hal ini adalah sikapnya yang mau bertanggung jawab bila melakukan kesalahan.
Padahal bagi Bintang Emon, para pejabat Jepang ini bisa menyalahkan pihak lain. Terutama anak buah yang memang kadang menjadi korban dalam kegagalan program.
"Salahin dulu pihak lain. Kalau enggak potong buntut kek ke bawahan lu banyak. Panpel Olimpiade Tokyo ada, Kapolres Kyoto," kelakar Bintang Emon melalui akun Instagram pribadinya.
Bintang Emon pun berkelakar bahwa mental pejabat Jepang terlalu cupu. Padahal bila tidak punya urat malu mereka bisa mendapatkan jabatan yang lebih tinggi.
Lucunya, Bintang Emon pun menyindir bahwa Jepang sudah sangat bagus dalam bidang teknologi. Tetapi bila dibandingkan mental pejabat Indonesia masih kalah jauh.
"Ngadu mental sama pejabat di sini mah berani gua," pungkasnya.
Baca Juga: Minta Farel Prayoga Belajar Ngaji, Gus Miftah Kaget Saat Tahu Agamanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan