Depok.suara.com - Parfum atau lebih sering kita menyebutnya minyak wangi adalah jenis kosmetik yang sering dipakai dari anak balita hingga dewasa.
Bahkan, bangsa-bangsa kuno yang pernah ada di bumi ini sudah mengenal parfum dan cara membuat pada jaman itu.
Semua kalangan dari yang muda hingga tua pasti mengenal apa itu parfum atau minyak wangi.
Biasanya parfum atau minyak wangi digunakan ketika sehabis mandi dan ingin bepergian, beribadah atau bertemu orang-orang ketika merayakan hari besar keagamaan.
Namun, ada 2 jenis parfum yang diperjualan belikan di pasaran, yaitu non alkohol dan campuran menggunakan alkohol.
Terkait penggunaan parfum alkohol dan non alkohol orang yang beragama islam terpecah menjadi dua, yaitu ada yang memperbolehkan dan ada yang melarang.
Dilansir dari lama Instagram @lppom_mui, Rabu (12/10) saat ini sudah banyak beragam jenis parfum tersebar di pasaran. Tentunya, sebagai seorang muslim ada baiknya kita memilih parfum yang jelas kehalalannya.
Lantas, bagaimana hukum memakai parfum yang mengandung alkohol ketika sholat?
Pihak LPPOM MUI mengatakan boleh atau mubah hukumnya memakai parfum atau minyak wangi yang menggunakan campuran alkohol ketika sholat atau beribadah.
Baca Juga: TGIPF Temukan Tren Saling Lempar Tanggung Jawab dalam Tragedi Kanjuruhan
"Bahan pelarut yang digunakan untuk parfum adalah etanol. Selama bukan dari industri khamr, penggunaan alkohol/etanol (industri bahan kimia) diperkenankan atau boleh digunakan untuk pemakaian luar, tak terkecuali saat shalat", kata Heryani S.Si, M.TPn, Manager Laboratorium LPPOM MUI.
Heryani menambahkan, bahwa parfum yang pelarutnya berasal dari non-alkohol, selama tidak menggunakan alkohol/etanol dari khamr, hukumnya halal dan tidak najis.
"Penggunaan alkohol yang bersumber dari fermentasi non khamar (secara kimia) selama tidak digunakan untuk pangan, misalkan sebagai bahan kosmetik dan hand sanitizer, masih diperbolehkan, tambah Heryani.
Seperti kita ketahui alkohol/etanol pada produk parfum adalah sebagai pelarut dan pengikat bahan esensial yang berfungsi untuk membuat aroma parfum agar lebih tahan lama.
Bahan campuran Fragrance Sintetik biasanya lebih kompleks daripada Fragrance alami.
Heryani menegaskan, sekalipun parfum dengan aroma bunga dan buah tetapi, komposisi bahannya juga mengandung bahan turunan lemak dari hewan maupun nabati kehalalannya bisa masuk bahan yang memiliki titik kritis.
"Jika dari hewan, maka harus dipastikan berasal dari hewan halal yang disembelih sesuai syariat islam", tutup Heryani.*
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!