- IHSG mencatatkan rapor merah yang sangat dalam, bahkan kini resmi menyandang predikat sebagai indeks dengan performa paling buruk di dunia.
- Berdasarkan data terbaru per Februari 2026, IHSG mencatatkan koreksi tajam sebesar -8,23% secara year-to-date (YTD).
- Angka ini menempatkan Indonesia di posisi terbawah (peringkat 35 dunia).
Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase "darurat" di awal tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rapor merah yang sangat dalam, bahkan kini resmi menyandang predikat sebagai indeks dengan performa paling buruk di dunia.
Berdasarkan data terbaru per Februari 2026, IHSG mencatatkan koreksi tajam sebesar -8,23% secara year-to-date (YTD). Angka ini menempatkan Indonesia di posisi terbawah (peringkat 35 dunia), jauh tertinggal dibandingkan tetangga ASEAN seperti Thailand yang melonjak 7,49% atau Vietnam yang hanya terkoreksi tipis -0,11%.
Kejatuhan IHSG tidak terjadi di ruang hampa. Sentimen negatif meluas setelah sejumlah raksasa lembaga rating dan institusi keuangan dunia seperti Nomura, UBS, Goldman Sachs, hingga Moody's secara kompak menurunkan rating (downgrade) saham Indonesia.
Aksi "keroyokan" ini dipicu oleh catatan khusus dari MSCI yang menyoroti masalah fundamental di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama terkait isu free float terkait standar jumlah saham publik yang dianggap belum memenuhi ekspektasi transparansi global.
Saat bursa global lainnya berpesta, Indonesia justru harus gigit jari. Berikut perbandingan performa YTD yang mencolok dimana indeks Indonesia berada di peringkat ke-35 atau paling buncit, sementara di kawasan Asia Pasifik Indonesia berada di peringkat ke-13 dan di kawasan ASEAN Indonesia menduduki posisi buncit di peringkat ke-6.
Sebaliknya, bursa Korea Selatan (KOSPI) memimpin dunia dengan kenaikan fantastis 20,76%, disusul oleh Turki (Borsa Istanbul) yang melesat 20,23%.
Analisis pasar menyebutkan bahwa catatan dari MSCI dan penurunan rating dari Moody's cs menjadi sinyal kuat bagi manajer investasi global untuk menarik dananya dari Jakarta. Ketidakpastian mengenai transparansi membuat profil risiko investasi di Indonesia meningkat tajam di mata internasional.
Kini, tugas berat menanti otoritas bursa dan pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan pasar. Jika perbaikan transparansi dan tata kelola tidak segera dilakukan, posisi IHSG sebagai "juru kunci" bursa dunia dikhawatirkan akan bertahan lebih lama.
Baca Juga: Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi