/
Selasa, 25 Oktober 2022 | 14:32 WIB
Kamaruddin Simanjuntak pengacara keluarga Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022). (Suara.com/Arga)

Depok.suara.com - Fakta mengejutkan kembali diungkapkan oleh pengacara keluarga mendiang Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Dirinya menyebutkan bahwa Putri Candrawathi ikut tembak hingga siapkan miliaran Rupiah

Kamaruddin Simanjuntak memang ikut hadir sebagai saksi dalam sidang Bharada Richard Eliezer (Bharada E) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).

Kesaksian ini disampaikannya di depan majelis hakim bahwa Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J dengan senjata buatan Jerman. Hal ini diakuinya didapatkan dari hasil investigasi yang dia lakukan secara mandiri.

Tetapi Kamaruddin Simanjuntak enggan membeberkan detil investigasi tersebut. Tetapi dirinya mengklaim menemukan sebuah percakapan WhatsApp.

Pada percakapan tersebut memperlihatkan bahwa Putri Candrawathi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar sebagai 'imbalan' para pembunuh Yosua.

"Informasi pertama yang saya dapatkan itu berupa WhatsApp disiapkan anggaran Rp5 miliar, yang menyiapkan Putri Candrawathi," beber Kamaruddin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).

Setelahnya uang tersebut dibagi-bagi kepada Richard (Bharada E), Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf. Kamaruddin juga mengungkap uang tersebut juga ditawarkan kepada sejumlah lembaga, namun disambut dengan penolakan.

"Tetapi belakangan saya dapat informasi lagi hanya diberikan atau dijanjikan Rp1 miliar (untuk Eliezer). Sedangkan yang lain 500, 500 juta (Kuat dan Bripka Ricky Rizal). Kemudian ada juga kepada lembaga-lembaga, tapi ada juga lembaga yang menolak," lanjut Kamaruddin.

Putri Candrawathi disebut genit ke mendiang Brigadir J

Baca Juga: Kang Emil Berikan Beasiswa untuk 614 Penerima Program Jabar Future Leaders Scholarship 2022

Selain itu, Kamaruddin juga mengungkit sikap Putri Candrawathi yang diduga berbuat genit dan menggoda Brigadir J saat berada di rumah Sambo yang berlokasi di Magelang.

"Yang saya ketahui dan teman-teman saya berdasar investigasi bahwa ini pembunuhan berencana yang sudah direncanakan sejak di Magelang. Di Magelang itu ada informasi bahwa terdakwa PC menggoda almarhum," jawab Kamaruddin terhadap pertanyaan majelis hakim.

Kamaruddin menyebut Brigadir J menolak godaan Putri hingga disambut dengan todongan pisau oleh Kuwat.

"Lalu almarhum tidak mau dan pergi keluar. Kemudian ada informasi lagi kami dapatkan bahwa terdakwa kuat maruf memegang pisau. Ditunjukan kepada almarhum," lanjutnya.

Singgung perempuan simpanan Sambo

Kamaruddin juga mengklaim skandal lainnya yang mengarah ke Sambo yakni soal perempuan simpanan. Pengacara keluarga mendiang Brigadir J itu juga mengungkap Sambo dan Putri kerap mengalami pertengkaran rumah tangga.

Adapun pertengkaran tersebut tak lain dipantik oleh Sambo yang dituding memiliki perempuan simpanan.

"Pertengkaran itu sebabnya karena wanita. Informasi bahwa si bapak ada wanitanya," lanjut Kamaruddin.

Load More