News / Nasional
Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendesak aparat memberikan hukuman maksimal kepada pelaku penjambretan ponsel turis Italia di Bundaran HI.
  • Pelaku diringkus pihak kepolisian setelah melakukan aksi kriminalitas terhadap WNA pada Kamis, 14 Mei 2026 di Jakarta.
  • Tindakan tegas pelaku bertujuan menjaga citra Jakarta sebagai kota teraman di Asia Tenggara bagi para investor dan wisatawan.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman maksimal kepada pelaku penjambretan terhadap warga negara asing (WNA) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Ketegasan ini dinilai penting untuk menjaga reputasi Jakarta yang kini menyandang status sebagai salah satu kota teraman di Asia Tenggara.

Respons keras ini disampaikan Pramono setelah kepolisian berhasil membekuk pelaku jambret ponsel milik turis asal Italia pada Jumat (15/5/2026) lalu.

Pramono menekankan, citra positif Ibu Kota sebagai kota global tidak boleh dirusak oleh aksi premanisme dan kriminalitas jalanan.

"Kalau udah tertangkap dihukum aja seberat-beratnya," ujar Pramono usai meresmikan Klenteng Tian Fu Gong di kawasan PIK, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).

Mantan Sekretaris Kabinet ini mengingatkan bahwa keamanan adalah aset utama Jakarta dalam menarik minat investasi dan pariwisata. Ia tidak ingin momentum prestasi keamanan Jakarta terganggu oleh oknum yang meresahkan publik.

"Jakarta ini sekarang ini menjadi kota teraman nomor dua di ASEAN. Dan tentunya momentum ini harus dijaga bersama," tegas Pramono.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berdiri di belakang kepolisian untuk memberantas segala bentuk aksi kriminalitas, termasuk praktik premanisme yang mengganggu kenyamanan warga maupun pelancong.

"Maka saya terhadap tindakan-tindakan yang premanisme dan sebagainya memberikan support sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas," imbuhnya.

Baca Juga: Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya

Aksi jambret yang menyasar WNA Polandia di Jakarta Pusat. [Antara]

Aksi Jambret di Jantung Kota

Sebagaimana diketahui, peristiwa penjambretan tersebut terjadi pada Kamis (14/5/2026) sore diBundaran HI, Jakarta Pusat. Korban, seorang WNA asal Polandia, saat itu sedang memegang telepon genggamnya di pinggir jalan sebelum akhirnya disambar oleh pengendara motor.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan, pelaku yang mengendarai sepeda motor merah tersebut merampas ponsel Motorola Neo 60 milik korban. Korban sempat mengejar pelaku namun terjatuh hingga terluka.

"Unit Reskrim Polsek dibantu SatReskrim Polres masih berupaya untuk mengidentifikasi pelaku," kata Braiel pada Jumat lalu, sebelum akhirnya pelaku berhasil diamankan tim gabungan Polres Metro Jakarta Pusat.

Kejadian tersebut sempat viral di media sosial setelah terekam oleh kamera dasbor (dashcam) milik pengendara mobil yang berada di lokasi kejadian, memicu gelombang desakan agar keamanan di area protokol Jakarta lebih diperketat. (Antara)

Load More