/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 20:31 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J ; Ferdy Sambo ; Putri Candrawathi (Suara.com/Alfian Winnato)

Depok.suara.com - Persidangan  pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Brigadir J telah memasuki tahap persidangan untuk menggali keterangan para saksi. Perwakilan keluarga pun telah dipanggil untuk memberikan kesaksian.

Sementara itu direncanakan dalam waktu dekat keluarga almarhum Brigadir J akan bertemu  terdakwa Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. Pihak keluarga almarhum Brigadir J akan dipanggil untuk menjadi saksi.

Ditegaskan oleh pihak keluarga, mereka telah siap apabila harus bertemu dengan Sambo di persidangan. Bahkan ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak, sudah menyiapkan satu pertanyaan yang ingin sekali ia tanyakan kepada Sambo dan Putri.

"Saya sebagai ibunda Nofriansyah Yosua, yang ingin saya tanyakan kepada Pak Ferdy dan Ibu Putri (adalah) hati dia terbuat dari apa?" ucap Rosti, seperti dikutip Suara.com dari kanal YouTube metrotvnews, Minggu (30/10/2022).

"Apalagi dia (Putri Candrawathi) seorang perempuan yang telah melahirkan anak. Saya akan menanyakan hatinya terbuat dari apa? Apakah tidak memiliki hati nurani seorang ibu?" sambungnya.

Baginya tindakan yang dilakukan oleh 
Putri Candrawathi tidak bisa dinalar oleh akal sehat, hal ini karena dirinya bisa tenang menyaksikan Brigadir J meninggal akibat diterjang timah panas atas perintah Sambo.

Padahal selama ini Brigadir J sudah bekerja sebagai ajudan dengan sebaik-baiknya. Bahkan Putri Candrawathi pun memperlakukan Brigadir J dengan baik.

"(Dia) melihat ajudannya, yang begitu bertanggung jawab dalam tugasnya mengawal dia selama ini dan mengurus rumah tangga dan dipercayai," tutur Rosti.

"Seorang perempuan tega melihat anak dibunuh beramai-ramai seperti itu, tanpa ada pertolongan, tidak ada satupun di antara mereka (yang) memberikan bantuan kepada anak ini," lanjutnya.

Baca Juga: Tes Psikologi: Simak Baik-baik! Cari Tahu Apa yang Dikatakan Wajah Tentang Kesehatan dan Gaya Hidup Anda

Sambil menahan tangis, Rosti menegaskan lagi keinginannya untuk menanyakan ke mana hati nurani Sambo dan Putri, apalagi keduanya juga orang tua.

"Jadi kami mau menanyakan, hatinya terbuat dari apa (padahal mereka) seorang perempuan (ibu) dan seorang bapak? Dia sebagai perwira tinggi, seorang jenderal, yang tahu dengan hukum, tapi membiarkan anak itu sampai mati di depan mereka dengan sadis dan kejinya," tegas Rosti.

Ibunda Brigadir J juga mengaku ingin mendengar kesaksian seperti apa yang diungkap Sambo dan Putri di persidangan nanti. Seperti keluarga Brigadir J yang lain, Rosti berharap Sambo serta para terdakwa lain memberikan kesaksian sejujur-jujurnya di hadapan Majelis Hakim.

"Kita lihat dulu kesaksian dia nanti di sana, apa dan bagaimana. Apakah dia berkata jujur atau tidak," pungkasnya.

Kekecewaan keluarga Brigadir J terhadap Sambo dan Putri memang begitu besar. Pasalnya selama Brigadir J bertugas, keluarga Sambo terutama Putri menyambut almarhum dengan sangat baik.

Bahkan seperti pernah disampaikan adik Brigadir J, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat, dirinya dan sang kakak pernah diperkenalkan sebagai anak oleh Putri Candrawathi di hadapan teman-teman bhayangkarinya.

Load More