Depok.suara.com - Denmark, Inggris, dan Jerman mengancam akan keluar dari FIFA lantaran larangan kampanye LGBT di Piala Dunia 2022 Qatar. Denmark FA (DBU) menyatakan tidak akan berada pada pihak FIFA pada pemilihan mendatang.
"Ada pemilihan presiden di FIFA. Ada 211 negara di FIFA dan saya mengerti bahwa presiden saat ini memiliki pernyataan dukungan dari 207 negara. Denmark tidak termasuk di antara negara-negara tersebut. Dan kami tidak akan menjadi salah satu," ujar Ketua DBU Jesper Moller.
Dirinya menyatakan keputusan dari Tim Dinamit, julukan Denmark, bukan pilihan yang mendadak. Hal ini karena telah dibahas sejak Agustus di wilayah Nordik.
Karena itu mereka juga telah memikirkan apa langkah yang akan dilakukan bila Denmark berjalan sendiri. Termasuk bila keputusan mereka tidak didukung oleh negara Eropa lainnya.
"Saya sudah memikirkannya lagi. Saya membayangkan bahwa mungkin ada tantangan jika Denmark pergi sendiri. Tapi mari kita lihat apakah kita tidak dapat berdialog tentang berbagai hal.
Walau begitu Denmark juga akan mengadakan pembicaraan dengan negara-negara Eropa (UEFA) lainnya mengenai kemungkinan meninggalkan FIFA. Football Association (FA) atau Asosiasi Sepak Bola Inggris mengatakan FIFA membungkam hak asasi manusia tentang LGBT selama Piala Dunia 2022.
Diketahui menjelang Piala Dunia 2022 Qatar, ada tujuh negara yang menulis kepada FIFA untuk menjelaskan keinginan mereka agar para kapten bisa mengenakan ban lengan bertuliskan ‘One Love,’ untuk mendukung hak LGBTQIA+, selama turnamen yang diikuti 32 negara tersebut.
Tetapi FIFA kemudian melarangnya, hal ini atas permintaan dari Qatar. Namun Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, yang awalnya akan tetap memakainya tidak peduli apa kata FIFA, akhirnya batal mengenakan ban kapten LGBT.
Hal ini berubah menjelang pertandingan pembukaan Inggris, melawan Iran Senin lalu, dengan FIFA mengklaim bahwa setiap pemain yang mengenakan ban kapten akan mendapatkan kartu kuning, atau berpotensi menghadapi sanksi yang lebih keras.
Inggris memutuskan untuk tidak mengambil risiko, yang dikritik oleh banyak orang, termasuk Roy Keane, dengan cendekiawan Alex Scott yang memakainya di pinggir lapangan.
Politisi Jerman, Nancy Faeser, juga mengenakan ban kapten One Love, selama laga yang berakhir dengan kekalahan mengejutkan Jerman dari Jepang, sambil duduk di sebelah presiden FIFA, Gianni Infantino.
Jerman memang menjadi salah satu tim lain yang marah karena FIFA memutuskan akan ada hukuman karena mengenakan ban kapten LGBT, setelah turnamen dimulai.
Pemenang Piala Dunia 2014 telah mengancam tindakan hukum terhadap organisasi tersebut, mempertanyakan apakah tindakan FIFA itu sah.
Menjelang kekalahan mereka dari Jepang, para pemain berbaris untuk foto pra pertandingan mereka dan menutup mulut mereka seolah-olah sedang dibungkam.
Belgia juga terpengaruh oleh keputusan FIFA, dan bukan hanya karena ban kapten, sebenarnya dilarang memakai dua seragam mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Siaga Level II! Kapal Wisata Dilarang Nekat Mendekat
-
IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini
-
Anak Anda 'Diasuh' Algoritma? Ini Peringatan Keras untuk Para Ayah
-
Snowball Earth Umumkan Musim Kedua, PV Perdana Tampilkan Babak Baru
-
Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang
-
Urutan Skincare Malam Pakai Clay Mask yang Tepat, Bikin Kulit Bersih dan Tetap Lembap
-
TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun
-
Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api
-
Viral Isu Mahasiswa Difabel Diminta Keluar Asrama, Ini Penjelasan Resmi Unhas
-
Pasokan Air Waduk Wonorejo Dipastikan Aman hingga Akhir 2026