Depok.suara.com, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diminta turun tangan soal polemik SD Pondokcina 1 di jalan Margonda, Kecamatan Beji.
Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB-PSI, Oparis Simanjuntak, menilai rencana penggusuran SDN Pondokcina 1 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terlalu dipaksakan.
Oparis yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok ini meminta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk datang mendengarkan aspirasi para orangtua murid, dan melakukan intervensi.
“Saya meminta Gubernur Ridwan Kamil untuk datang ke sini dan melakukan intervensi pada kebijakan Pemerintah Kota Depok yang merugikan pendidikan anak-anak di SDN Pondokcina 1,” katanya pada Senin pagi (28/11) usai mengunjungi sekolah dan berbincang dengan orangtua murid.
Oparis menilai intervensi gubernur sangat diperlukan karena siswa-siswa SDN Pondok Cina 1 sudah lebih dari tiga minggu belajar tanpa guru.
“Ini sudah masuk minggu keempat siswa-siswa diajar oleh orangtua dan relawan. Ini darurat pendidikan!” tegasnya.
Dia menambahkan sejak 7 November 2022, Dinas Pendidikan Kota Depok memindahkan guru-guru SDN Pondok Cina 1 ke SDN Pondok Cina 3 dan SDN Pondok Cina 5.
Hal ini dilakukan menyusul rencana Pemkot Depok untuk menggusur SDN Pondok Cina 1 dan membangun masjid raya di lahan sekolah tersebut.
Menurut Oparis, SDN Pondok Cina 1 merupakan salah satu sekolah favorit dan berprestasi di Kota Depok.
Baca Juga: 321 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa di Kabupaten Cianjur, BMKG: Gempa Susulan Tercatat 285 kali
“Ini sekolah dengan banyak prestasi dan berakreditasi A. Dari mana logikanya sekolah dengan kualitas seperti ini dibubarkan dan dipecah ke dua sekolah yang akreditasinya lebih rendah?” katanya.
DPRD Kota Depok sebelumnya juga sudah mengeluarkan rekomendasi agar SDN Pondok Cina 1 tetap dipertahankan dan siswa-siswanya tidak dibagi ke dua sekolah yang berbeda.
“Sayangnya sampai sekarang, walikota bahkan belum membalas surat rekomendasi kami,”katanya.
Walikota Depok juga mengabaikan rekomendasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar guru-guru tetap mengajar di SDN Pondok Cina 1.
“Karena itu saya mohon Kang Ridwan Kamil bisa datang ke sini dan mendengarkan jeritan hati para murid dan orangtuanya,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
WNA Singapura Tewas Dicor di Cilacap, Ini 7 Fakta Mengejutkan di Baliknya
-
7 Rekomendasi Foundation yang Bagus untuk Makeup Awet Seharian
-
Rais Aam PBNU Silaturahmi Lebaran ke Kediaman KH Nurul Huda Djazuli
-
4 Zodiak Paling Hoki dan Makmur 30 Maret 2026, Siap-siap Kebanjiran Cuan!
-
Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini
-
Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi
-
Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia
-
Lari 100 Meter Naik Level: Dari Olahraga Jadi Hiburan Seru Bagi Anak Muda
-
Relatable Tapi Bikin Sesak: Film Senin Harga Naik Cocok untuk Kamu yang Pusing dengan Tekanan
-
Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?