Depok.suara.com - Pangeran Harry dan Meghan Markle dianggap bertanggung jawab atas terjadinya 'perang saudara' di Keluarga Kerajaan.
Menurut Richard Eden yang menulis untuk Daily Mail, klaim tersebut dikemukakan oleh Dr Gavin Ashenden, pendeta di Church of England yang pernah melayani mendiang Ratu Elizabeth Ratu selama sembilan tahun (2008 hingga 2017). Asheden bahkan mengatakan “Keluarga Kerajaan harus sangat memperhatikan seri dokumenter Harry dan Meghan“
Richard Eden juga menambahkan bahwa pendeta percaya Harry dan Meghan lah yang mulai menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat di antara para bangsawan senior.
"Saya yakin bangsawan senior pasti sangat khawatir. Meghan dan Harry telah menciptakan semacam "perang saudara" yang nyata dan tidak ada keraguan sama sekali mereka mampu menimbulkan kerusakan parah pada Keluarga Kerajaan, sebagian karena mereka cocok dengan pola pikir sosial tertentu, dan masyarakat terbagi menjadi dua bagian, reaksioner dan setengah progresif," tambahnya.
"Separuh progresif akan mendukung mereka tanpa berpikir, dan separuh reaksioner, separuh konservatif, jika saya bisa menyebutnya begitu, tidak memiliki perlindungan terhadap mereka."
"Akan jauh lebih baik jika perang saudara ini tidak terjadi, tetapi jika terjadi, itu akan menyebabkan kerusakan di mana-mana," kata pendeta Gavin Ashenden kepada Richard.*
Sumber: www.thenews.com.pk
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Ijazah atau Skill? Memaknai Ulang Kemerdekaan Pendidikan bagi Gen Z
-
Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
-
Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini
-
Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta
-
Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris
-
Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari
-
Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi
-
BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat