-
Polisi Malaysia memeriksa dua petugas Avsec KLIA terkait kasus penyelundupan 26 kilogram narkoba.
-
Kepolisian menegaskan tidak akan meminta ekstradisi pilot karena proses hukum berjalan di Indonesia.
-
Penyelidik memburu sosok terduga pemasok narkoba yang menyerahkan barang haram di wilayah Ampang.
Suara.com - Kepolisian Malaysia resmi memeriksa dua petugas Aviation Security (Avsec) untuk membongkar jaringan pemasok narkoba yang melibatkan seorang pilot maskapai Malaysia Airlines. Langkah hukum ini diambil guna menyelidiki celah keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) hingga barang haram tersebut bisa lolos ke penerbangan internasional.
Direktur Departemen Siasatan Jenayah Narkotik (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengonfirmasi bahwa kedua personel Avsec tersebut diperiksa pada Kamis (6/8).
"Tidak ada penangkapan yang dibuat. Kami merekam pernyataan personel AVSEC untuk membantu penyelidikan yang sedang berlangsung," ungkapnya saat dihubungi pada Jumat (7/8/2026), dikutip dari The Star.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan melayangkan permohonan ekstradisi terhadap oknum penerbang tersebut.
"Kami tidak akan meminta ekstradisi karena pilot tersebut akan menghadapi proses hukum di Indonesia," kata Hussein menambahkan.
Penyidik kini terus mendalami seluruh petunjuk untuk meretas mata rantai sindikat yang mensuplai narkoba kepada sang pilot. Berdasarkan hasil penelusuran awal, tersangka diketahui menerima pasokan barang terlarang tersebut di wilayah Ampang, dua hari sebelum jadwal penerbangannya.
Kepolisian Malaysia juga berkoordinasi intensif dengan otoritas Indonesia untuk memetakan keterkaitan dengan sindikat lokal di tanah air.
"Kami juga bekerja sama dengan pihak Indonesia untuk melihat hubungan dengan sindikat Indonesia," jelasnya.
Meski belum ada tersangka baru yang ditetapkannya di tingkat lokal, polisi telah mengantongi sosok yang dicurigai.
Baca Juga: 3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
"Sementara belum ada tersangka yang diidentifikasi secara lokal, penyelidikan telah mengungkapkan 'sosok yang menarik perhatian' bagi polisi," tutur Hussein.
Proses pemindaian bagasi penumpang dan kru sepenuhnya menjadi ranah operasional Avsec di bawah manajemen Malaysia Airports. Direktur Jenderal Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS), Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain, memastikan jajarannya tidak terlibat langsung dalam pemindaian X-ray tersebut.
"Ya, saya bisa mengonfirmasi bahwa petugas dari lembaga di bawah AKPS, termasuk Departemen Bea Cukai, tidak terlibat dalam proses pemindaian bagasi menggunakan mesin pemindai X-ray di KLIA," ujar Shuhaily.
Temuan awal menunjukkan tidak ada objek mencurigakan yang terdeteksi saat tas milik pilot melewati pemindai.
"Dia menjalani dan lolos dari semua prosedur pemindaian keamanan. Namun, polisi melalui NCID kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan bagaimana 26 kg narkoba berhasil lolos dari sistem pemindaian bagasi bertolak ukur teknologi tinggi tersebut," terangnya.
Kasus besar ini pertama kali membongkar penyelundupan jaringan udara pada 28 Juli lalu di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Petugas gabungan Indonesia menciduk pilot pria berusia 39 tahun tersebut sesaat setelah mendarat.
Dalam penggeledahan barang bawaan tersangka, petugas menemukan 15 paket besar yang berisi 70.114 butir ekstasi serta narkotika jenis sabu dengan total berat mencapai 26 kilogram. Saat ini tersangka mendekam di sel tahanan Indonesia untuk menjalani proses hukum yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement