Depok.suara.com - Najwa Shihab adalah salah seorang jurnalis yang diakui keberanian. Selain itu dirinya juga berasal dari keluarga ulama besar Indonesia, Quiraish Shibab.
Namun perannya ini membuatnya sering disindir terkait dengan aspek ritualnya, salah satunya adalah hijab. Najwa Shihab memang masih belum menggunakan hijab.
Hal ini berbeda dengan ibu beserta
saudari-saudari perempuannya yang sudah mengenakan hijab. Tetapi, ketika dirinya ditanya mengenai hijab, ia pun menjawab dengan sebuah analogi.
“Aku ada satu analogi yang kerap Abi bagikan ke aku. Di mana, Allah tidak akan bertanya 5 tambah 5 berapa, karena jawabannya pasti satu yaitu 10. Tapi, Allah itu bertanya 10 itu berapa tambah berapa ya? 10 itu bisa 9 tambah 1, bisa 8 tambah 2, 3 tambah 7,” ujar Najwa Shihab, dilansir dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Jumat, 16 Desember 2022.
Karena itu bagi jurnalis berusia 45 tahun ini, setiap orang memiliki caranya tersendiri agar meraih ridho dari Allah, bukan hanya dengan cara mengenakan hijab. Bahkan dia menyakini sesorang bisa bergabung ke dalam rombongan yang masuk surga dengan caranya masing-masing.
“Ada banyak cara untuk meraih ridho Allah, tidak harus lewat satu cara. Ada banyak cara untuk Insya Allah masuk dalam rombongan yang dianugerahi surga,” sambungnya.
"Allah itu selalu memberikan hidangan. Ada teh, kopi, ada air putih, jus, pilih hidangan itu. Ini yang kemudian aku jadikan,” lanjutnya.
“Analogi itu yang aku pahami, Insya Allah aku akan berusaha untuk meraih ridho Allah lewat beragam cara,” ucapnya.
Di sisi lain, Najwa Shihab menilai seseorang yang terus bertanya biasanya bukan untuk mencari tahu, namun hanya untuk menuding. Hal itu membuatnya merasa dihakimi oleh orang lain.
Baca Juga: 3 Pria Asal Garut Beraksi di Canggu, Curi Barang Milik Bule di Pantai
“Terkadang aku merasa orang bertanya itu bukan karena mau tahu. Orang bertanya untuk menuding. Itu cuma basa basi nanya, untuk kemudian bilang, lu nanti masuk neraka karena lu ga pakai jilbab,” tuturnya
Karena itulah, dirinya menegaskan pilihan yang diambil oleh seseorang, sebaiknya kita saling menghargai pilihan hidup orang tersebut.
“Mari sama-sama menghargai, apa pun pilihan dalam hidup yang kita ambil,” pungkas Najwa Shihab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring