Depok.suara.com - Kiper Kamerun Andre Onana mengakhiri kariernya bersama tim nasional pada Jumat, satu bulan setelah pemain berusia 26 tahun itu dipulangkan dari Piala Dunia karena perselisihan dengan pelatih Rigobert Song.
Pemain Inter Milan memposting pernyataan di akun Twitternya mengatakan "kisah saya dengan tim nasional Kamerun telah berakhir."
"Pemain datang dan pergi, nama cepat berlalu, tetapi Kamerun datang sebelum siapa pun atau pemain," tulis Onana, tanpa menyebutkan alasan keputusannya. "Kamerun tetap abadi dan begitu pula cinta saya untuk tim nasional."
Pertandingan terakhir Onana dengan Kamerun adalah kekalahan 1-0 dari Swiss pada 24 November di Piala Dunia di Qatar. Tercatat mantan kiper Ajax Amsterdam ini telah melakoni 34 laga bersama Kamerun.
Onana kemudian merilis pernyataan yang mengacu pada ketidaksetujuannya dengan Song atas taktik tim yang menyebabkan dia dikeluarkan untuk pertandingan berikutnya, ketika bermain imbang 3-3 dengan Serbia.
"Saya telah mengerahkan seluruh upaya dan energi saya untuk menemukan solusi atas situasi yang sering dialami seorang pesepakbola, tetapi tidak ada kemauan di sisi lain," kata Onana kemudian.
"Beberapa momen sulit diasimilasi."
Song kemudian mengatakan dia membutuhkan semua pemainnya untuk "menunjukkan disiplin dan rasa hormat."
Kamerun kemudian mengalahkan Brasil 1-0 di pertandingan terakhir Grup G tetapi tidak melaju ke babak 16 besar.
Baca Juga: Golkar Sebut Tak Masalah Jika Ridwan Kamil Tak Gabung: Happy-happy Aja, Bukan Kiamat
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan