Depok.suara.com, Baru baru ini jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kabar seorang anak bernama Tiko yang merawat ibunya lantaran depresi selama 11 tahun dirumah mewah kawasan Jakarta Timur tanpa listrik, air dan kondisinya sudah dipenuhi dengan tanaman liar.
Namun siapa sangka, ibunda Tiko yang bernama Eny Sukaesih ternyata memiliki latarbelakang bukan orang sembarangan dan menempati posisi cukup lumayan di tempat Ia bekerja.
Dalam video di kanal Youtube Bang Brew TV, Tiko anak dari ibu Eny Sukaesih yang kini berusia 23 tahun akhirnya mau membeberkan kisah dibalik sosok sang ibundanya.
Tiko menyebutkan bahwa dulunya sang ibu pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta dan menempati posisi yang cukup lumayan dan menjadi rekanan Departemen Keuangan.
Tiko mengisahkan, kedua orang tuanya dulu sangat sibuk bekerja hingga memiliki kehidupan yang mapan.
"Rekanan departemen keuangan, sebagai rekanan," ujar Tiko dilansir dari Youtube Bang Brew TV, Rabu (4/1/2023).
"Papa sebagai ?" tanya Irfan.
"Sama (dengan mama), satu kantor, satu divisi, satu rekan," kata Tiko.
Lebih lanjut Tiko menuturkan, karena kerja keras orangtuanya, keluarganya sempat memiliki sopir pribadi dan pembantu untuk mengurusi rumahnya yang terbilang mewah.
Baca Juga: Sempat Sombong, Guardiola Kini Akui Man City Mulai Kesulitan Kejar Arsenal
"Dulu tuh tahunya orangtua sibuk kerja. Di rumah ini dihuni sama Tiko dan pembantu. Papa memang ada sopir dari kantor juga," ujar Tiko.
Sebelumnya, kata Tiko, saat masih hidup berjaya dengan kedua orangtua yang harmonis tidak seperti ini.
Keharmonisan dan kebahagiaan itu berubah sejak 2011 silam setelah Herman Moedji Susanto ayahnya memutuskan untuk berpisah dengan Ibu Eny.
Setelah berpisah dari ibun lanjut Tiko, ayahnya pulang kampung ke Madiun.
"Hal itulah yang menjadi pemicu sang ibu mengalami depresi hingga bertingkah bak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)," tuturnya.
Tiko mengaku, sang ayah berusia 80-an saat bercerai dengan ibunda ketika dirinya masih kecil.
Meski ibunya ODGJ, Tiko sempat menolak saat Ibu Eny dibawa dinas sosial ke rumah sakit jiwa dan memilih tetap bersama ibunya meski jalan yang ia ambil cukup berat.
Sementara Ibu Eny sangat sensitif dengan kehadiran orang yang tidak dikenalnya. Bahkan sempat menyerang orang yang datang ke rumahnya.
"Hal inilah yang membuat rumah tersebut tidak terurus dengan baik," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar