/
Senin, 27 Februari 2023 | 19:10 WIB
Jerome Polin dihujat warganet karena joget dokter ((Instagram))

Depok.suara.com - Jerome Polin mendapat banjir kritikan dari warganet akibat videonya yang dianggap membuat lelucon atas kematian pasien. Namun, saat ini Jerome buka suara dan meminta maaf atas tindakannya yang telah menyinggung.

“Halo, terkait permasalahan yang terjadi belakangan ini, aku mohon maaf ya jika ada yang tidak berkenan atau menyinggung,” kata Jerome dalam sebuah cuitan yang diunggahnya, Ahad (26/2/2023) malam.

Diketahui, Jerome Polin memang tidak disukai ileh WNI yang berada di jepan. Hal inj dibagikan oleh warganet lewat akun twitter mereka.

Berawal dari cuitan seorang perempuan melalui akun Twitter @sisthaaaaa yang mengungkapkan ada banyak WNI yang tinggal di Jepang tidak menyukai Jerome. Para WNI tersebut tidak menyukai sikap Jerome yang sering mengambil konten di tempat umum tanpa memberikan privasi pada warga di sana dan acapkali menggeneralisasikan informasi tentang Jepang.

“Well.. teman-teman orang Indonesia yang juga tinggal di Jepang banyak yang anti-Jerome. Kebanyakan karena dia dianggap ‘KY’ terutama saat ngonten di public space. Terus juga sering menggeneralisasi ketika memberi info soal Jepang.” Cuit akun Twitter @sisthaaaaa.

Karena sikapnya itu, konten kreator yang seringkali mengedukasi tentang matematika ini mendapat julukan KY. KY merupakan salah satu istilah bahasa gaul di Jepang. KY adalah singkatan Kuuki Yomenai. Huruf K merujuk pada Kuuki sementara Y merujuk pada kata Yomenai.

Jika kedua kata tersebut diartikan maka K atau Kuuki bermakna udara, sedangkan Y atau Yomenai bermakna tidak bisa membaca. Di Jepang sendiri, istilah KY ditujukan pada seseorang yang tidak dapat membaca suasana atau keadaan dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi. Kuuki Yomu atau membaca suasana merupakan budaya Jepang yang amat krusial.

Mengapa Kuuki Yomu sangat krusial? Membaca suasana sangat penting karena dapat mempengaruhi hubungan pertemanan maupun bisnis. Itulah kenapa Jerome Polin dijuluki KY, sebab dirinya dianggap tidak mampu membaca suasana di sejumlah situasi sosial di sekitarnya.

Menanggapi kisruh tentang dirinya dirinya yang tidak dapat membaca situasi atau KY, Jerome pun angkat suara. Melalui akun Twitternya, ia mengaku bahwa persoalan terkait sensor wajah orang asing dan penilaian dirinya yang disebut KY sebetulnya sudah selesai.

Baca Juga: Mulai Jalani Hukuman di Lapas Salemba, Bharada E Diberikan Ruangan Khusus

“Permasalahan yang berkaitan dengan username twitter sisthaaaaa (berkaitan dengan sensor muka orang asing ketika membuat konten, dan penilaian ttg “KY”), sepenuhnya sudah clear.” Cuit Jerome Minggu, (26/02/2023).

Mahasiswa Waseda University ini mengatakan bahwa dirinya telah menerima kritikan tersebut dan berjanji akan memperbaikinya. Jerome juga menambahkan pemilik akun sisthaaaa telah menghapus cuitannya dan sudah meminta maaf secara pribadi.

Anggota Waseda Boys tersebutpun mengungkapkan saat ini sudah ada SOP tentang sensor yang tengah diselesaikan oleh dirinya dan tim.

“Saat ini, ada sebuah SOP berkaitan dengan sensor, yang sedang difinalisasi oleh aku dan tim dalam proses pengeditan konten2 di Jepang.” Ungkap Jerome di akun Twitter-nya.

Diketahui, dalam video terbarunya, Jerome joget bersama kedua temannya yang merupakan dokter koas yang populer di Tiktok yakni Farhan Firmansyah dan Ekida Firmansyah. Di video, ada kalimat "Mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin", yang diiringi tarian dan lagu Tiktok. Menurut Jerome, kalimat tersebut untuk mewakili gerakan mereka yang tidak kompak.

Saat pengeditan video dan diunggah oleh Farhan, Jerome sudah mengetahuinya dan berpikir bahwa kalimat itu ditujukan untuk gerakan mereka. “Aku sudah melihat teks yang ada di video itu juga dan aku pikir teks itu ditujukan untuk gerakan kami di video, sama sekali tanpa ada niat menyinggung hal lain,” kata Jerome.

Meski tidak berniat menyinggung, ia memahami bahwa video dengan teks seperti itu bisa menimbulkan banyak persepsi, apalagi mereka memakai atribut dokter. Baik Jerome maupun Farhan telah meminta maaf atas konten tersebut.

“Aku sadar aku masih jauh dari kata baik. Aku masih sering banyak melakukan kesalahan dan butuh banyak belajar. Ke depannya, aku pun pasti tidak luput dari kesalahan,” ujar Jerome. 

Sebagai balasan atas cicitan video tersebut, dr Andi Khomeni mengatakan, kalimat di video itu biasanya disampaikan oleh dokter kepada keluarga saat pasien sudah mendekati akhir hayat dan semua upaya untuk coba menolong pasien sudah dikerahkan. 

"Rasanya kurang pas atau kurang pantas dibawa ke konteks lain. Apalagi pake joget-joget. Mohon untuk lebih peka dan hati-hati,” kata dr Andi.

“Melihat tingkah laku Jerome telah mengingatkan saya akan sebuah nasihat lama, 'menjadi pintar saja tidak cukup karena yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal dan adab',” kata akun @sufisijawara.

Load More