Depok.suara.com - Setelah kasus Rafael Alun Trisambodo, kali ini warganet menyoroti sosok pejabat publik lainnya yang dituding suka pamer kekayaan. Sosok ini adalah Eko Darmanto yang menjabat Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dirinya viral di twitter setelah aksi pamernya dengan mobil klasik dan motor-motor mewah, hingga pesawat terbang di akun IG nya. Tetapi setelah disorot oleh warganet akun IG nya lantas hilang.
"Eko Darmanto, Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang viral krn punya 9 mobil mewah dan doyan pamer harta di sosmed, sekarang akun ig-nya hilang," tulis @txtdariseterah.
Sosok Eko Darmanto disebut menjabat sebagai kepala badan pengawas bea dan cukai Daerah Istimewa Yogyakarta. Dirinya pejabat moncer di instansi tersebut, sebelum ke Yogya, Eko menjabat sebagai Kepala Bea dan Cukai Purwakarta, Jawa Barat.
Sebelum menutup Instagramnya, kolom komentar Instagram eko pun mulai dibanjiri netizen, bahkan ada yang meminta agar harta kekayaan Eko juga diaudit. Sementara itu, harta kekayaan Eko juga mulai terbongkar.
Pada pada 31 Desember 2021, Eko memiliki harta Rp 6,7 Miliar, nilai itu naik dalam empat tahun berturut-turut. Hal itu membuat netizen curiga apakah wajar harta pejabat naik miliaran dalam setiap tahun?
“Kalau lihat peningkatannya linear (wajar?) kayaknya. Cuma kenapa di 2017 turun banyak ya. (Ku belum cek detailnya)eko,” kata akun Goldy Dharmawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan