Depok.suara.com - Momen lucu terjadi ketika Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan para siswa di Kota Solo. Pada momen tersebut Gibran terlihat menyerap aspirasi para murid yang berada di Kota Solo.
Dilihat dari akun TikTok @KotaSolo_fp, ada seorang murid yang mengeluhkan soal kedisiplinan di sekolah. Dirinya menyinggung banyaknya murid yang masih mengeluarkan baju saat di sekolah.
"Ada murid yang mengeluarkan baju di sekolah, padahal harusnya kan di masukin," ujarnya.
Mendengar pernyataan siswa tersebut Gibran lantas tergelitik untuk menjaili. Dirinya kemudian menyebutkan akan memberlakukan masuk jam 05.00 WIB kepada para murid sekolah seperti yang terjadi di NTT.
"Nanti saya tetapkan sekolah masuk jam 5," ujar Gibran.
Para murid yang mendengar jawaban Gibran langsung meminta ampun. Mereka menolak bila sekolah harus masuk lebih pagi dari biasanya.
"Jangan pak," ucap murid sekolah tadi.
Para siswa yang lain lantas tertawa dengan kelakar dari Gibran ini. Mereka terlihat menikmati keakraban dengan pemimpinnya.
Baca Juga: Sevilla Pecat Pelatih Jorge Sampaoli Jelang Lawan Man United di Liga Europa
Berita Terkait
-
Dikritik Soal Pawai Ogoh-Ogoh, Gibran Tanggapi Santai Walau Disebut Karir hingga Disumpahi Masuk Neraka
-
Momen Lucu Gibran Bergaya Jadi Bodyguard Nicholas Saputra dan Happy Salma: Hai Jangan Mendekat!
-
Warganet Protes Pawai Ogoh-Ogoh tak Cerminkan Budaya Islam hingga Blokir Gibran, Ini Respon Mas Wali!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung