Bima Yudho Saputro kembali menjadi sorotan publik karena potongan videonya menyebut kata 'janda' tengah viral.
Video lama yang diunggah Bima sebelum viral aksi-aksi kritiknya pada Pemprov Lampung baru-baru ini mendadak menjadi trending di twitter.
Dalam video itu terdapat cuplikan wawancara Najwa Shihab dengan Ganjar Pranowo terkait klarifikasi isu penolakan Timnas Israel yang berujung pembatalan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Bima di video itu bereaksi dengan menyebut kata 'janda' terkait cuplikan perintah Partai PDIP dan Megawati Soekarnoputri kepada Ganjar Pranowo untuk menolak kedatangan timnas Israel kala itu.
"Udah ketebak dah, lagian, disuruh ngomong ama itu janda, janda satu itu, lo nurut, aduh, udah deh gausah ditanggepin. Kabur!," kata Bima dilihat dari unggahan akun twitter @ezkisuyanto (23/4).
Unggahan tersebut sempat menjadi trending. Banyak komentar menyebut Bima pansos setelah viral dan sedang terjangkit star syndrome.
Sementara itu, lewat akun tiktok pribadinya @awbimaxreborn, Bima berklarifikasi setelah geger di jagat twitter.
"Gue tidak bermaksud untuk menggunakan konotasi janda itu kayak, buruk ya," katanya minggu (23/4) kemarin.
Dirinya mengaku ucapan tersebut murni akibat geram Indonesia batal jadi tuan rumah."Gue bilang karena mengungkapkan kekesalan gue karena ketika itu piala dunia dibatalkan gitukan, oke? Gue cuman menyuarakan isi hati gue," lanjutnya.
Bima juga meminta maaf akibat video lamanya yang kembali viral itu namun dengan sindiran halus. "Gue minta maaf banget yang sebesar-besarnya kepada netizen di Indonesia kalo memang ucapan gue itu menyinggung kalian yang bekerja dengan Partai, hahaha," Jelas Bima.
Dirinya mengaku jika statusnya sebagai anak muda tentu tak luput dari kekhilafan.
"Gue memang anak muda yang berapi-api gitukan, gue minta maaf banget, tapi jangan sampai lupa dengan kritik-kritik yang udah gue sampaikan."
Ia juga membenarkan jika dirinya cemas terhadap isu diracuni jika di Australia kedatangan tamu asing asal Indonesia. "Gue tuh abis ketemu orang indo banyak banget dan gue parnoan kan, jangan ngumpul dulu ama orang indo takutnya diracun dan laen-laen," tutupnya.
Berita Terkait
-
Ucapkan Lebaran dengan Foto Menghadap Masjid Nabawi, Mukena Isa Zega Bikin Salfok: Seperti Iblis Bertanduk!
-
Bukannya Dimaafkan, Warganet Ramai-ramai Hujat Ucapan Lebaran Isa Zega: Kok Pake Mukena Bang?
-
Menciut! Gubernur Lampung minta Sekda Jelaskan Kebenaran Teror Bima Karena Mengaku Sakit Jantung, Warganet: Orang Penyakitan Kok Jadi Pemimpin?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
HP Chipset Apa yang Bagus? Ini Pilihan Terbaik dari Entry Level hingga Flagship
-
5 Sunscreen Lokal di Bawah Rp50 Ribu yang Bagus Sesuai Review, Ringan dan Bebas White Cast
-
Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM
-
Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market
-
BI Rate Naik ke 5,75 Persen, CEO Danantara Minta Penyaluran Kredit Tetap Terjaga
-
Piala Dunia 2026: Pemain Kanada Alami Cedera Horor Usai Dapat Tekel Sembrono Gelandang Qatar
-
Terpopuler: 4 Tablet Mini Serbaguna, Smartwatch Stylish untuk Olahraga dan Aktivitas Harian
-
Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran
-
Refleksi Film Toy Story 5: Apakah Teknologi dan Mainan Bisa Hidup Berdampingan?
-
Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi