Depok.suara.com - Pesulap Merah diketahui mendapatkan sanksi adat dari masyarakat Dayak atas pernyataannya di kanal YouTube pribadinya. Dirinya dianggap menantang Suku Dayak dan warga Kalimantan saat membahas soal dukun.
Dilihat dari kanal YouTube Cumi-Cumi, Pesulap Merah menjelaskan tidak ada maksud menantang Suku Dayak. Walau begitu dirinya menyatakan telah meminta maaf.
"Saya menantangnya guna-guna, santet, perdukunan. Tapi kalau saya dianggap salah saya minta maaf. Supaya saya bisa memperbaiki kata-kata agar tidak disalapahami," paparnya.
Pesulap Merah kemudian menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar dapat maaf dari Suku Dayak. Ternyata syarat itu beberapa berbentuk makanan.
"Uang 777777 Rupiah untuk keperluan gitu, ada makna filosofisnya. Guci berbentuk naga enam, babon, ayam, ada kue cucur, lemang. Buat makan-makan di sana. Saya juga ikut makan, makanan halal saya makan, gak halal gak makan," pungkasnya.
Bahkan karena kejadian ini, Pesulap Merah diundang untuk datang ke Pontianak. Pada kesempatan itu dirinya diajak melihat kegiatan masyarakat Dayak.
"Acara setahun sekali, biasanya yang hadir 30 ribu sampai 40 ribu orang," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan