Depok.suara.com - Vietnam harus tersingkir dari ajang sepak bola Sea Games Kamboja setelah dikalahkan Indonesia. Padahal Indonesia harus bermain dengan 10 orang pasca Pratama Arhan dikeluarkan dari lapangan.
Media Vietnam TheThao247 malah menyoroti diskriminasi yang didapat oleh para pemainnya di ajang Sea Games. Terutama fasilitas di ruang ganti pemain.
"Meski pertandingan berakhir, kontroversi seputar cerita sampingan masih pecah. Sehubungan dengan itu, sebelum pertandingan berlangsung, Federasi Sepak Bola Vietnam dan Federasi Sepak Bola Indonesia memperbarui gambar ruang ganti. Fans dengan cepat menyadari perbedaan di ruang ganti U22 Vietnam dan U22 Indonesia," tulisnya.
Dikatakan ruang ganti Vietnam U22 seadanya dilengkapi dengan kursi plastik. Banyak penggemar percaya bahwa negara tuan rumah telah mendiskriminasi kedua tim yang berpartisipasi di semifinal.
"Sebuah akun facebook bernama Sang Huynh Gia berkomentar: "Ruang ganti sangat bagus. Ada juga kursi plastik". Bahkan banyak penggemar yang menganggap ruang ganti U22 Vietnam tidak ada bedanya dengan toko es teh," paparnya.
Sejak awal SEA Games ke-32, tuan rumah Kamboja juga menerima beragam pendapat dari para penggemar Asia Tenggara. Sebelumnya, dalam acara penyerahan medali, pihak penyelenggara pun harus menggunakan lampu mobil untuk mendapatkan lampu dan hadiah penghargaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung