Depok.suara.com - Alshad Ahmad kembali menjadi sorotan warganet pasca anak harimau yang dipeliharanya meninggal. Disebutkan anak harimau bernama Cenora ini meninggal pada Senin (24/7).
Alshad membagikan momen meninggalnya Cenora di akun sosial media Instagramnya. Dia mengaku sedih atas meninggalnya anak harimau yang sudah dipeliharanya sejak kecil.
"Cenora sayang.. Anak harimau yang cantik, baik, tenang, kalem, selalu bisa nemenin dan jagain adiknya, selalu manja dan sayang banget ke papahnya. Gak nyangka Cenora pergi secepat ini, kita semua berduka yang mendalam. Padahal kemaren baru kesenangan karena nyobain daging enak ya, baru bisa belajar loncat2, baru kemarin papah ajak mau maen ke Villa biar bisa lari2 yang puas di halaman yang gede. Selamat istirahat ya sayang, makasih atas kehadiran kamu di sini yang selalu bikin kita semua bahagia, happy, terhibur karena lucunya, gemesnya dan tingkah2 kamu," paparnya.
Warganet yang melihat postingan itu malah menyindir sosok Alshad Ahmad. Mereka meminta agar Alshad Ahmad mengembalikan secepatnya hewan liar itu ke hutan.
"Bukan cuma kali ini ajah anak Harimau meninggal di tangan Alshad. Perizinannya perlu dievaluasi gak sih? Mau berapa banyak lagi korban nyawa Harimau demi konten? ," jelas @tanyaxxx.
"Lagian ini orang ngurus anak sendiri aja kagak becus sok sok urus anak harimau," papar @gioxxx.
"Bisa nggak sih itu yg katanya artis2 atau influencer itu. Kalo mau adopt hewan yg bukan hewan peliharaan, sistemnya adopsi tapi ditaruhnya di penangkaran resmi. Kasihan bgt itu hewan2nya :(( kalo mau pelihara hewan tuh yg normal2 aja napa dah," kata @imxxx.
"Perijinan bagi yg berduit mh lolos lolos aja. Noh masih banyak monyet yg di jadiin topeng monyet padahal udah ada UUnya. Emang kadang selucu ini, giliran ada yg memeprjuangkan nasib para hewan malah di hina di caci katanya berlebihan sama hewan," kata @viraxxx.
Baca Juga: Modus Penipuan Baru Lewat Pop Up di M-Banking BCA, Jangan Klik Apapun!
Berita Terkait
-
Alshad Ahmad Bereaksi Usai Disalahkan Jadi Penyebab Anak Harimaunya Mati Gegara Keseringan Dijadikan Konten
-
Bagikan Kabar Duka, Alshad Ahmad Malah Disalahkan Netizen: Makanya Jangan Sering...
-
Tiara Andini Risih Ada Awak Media yang Sentuh Bagian Sensitifnya Berulang Kali: Gak Seharusnya...
-
Tiara Andini Ngeluh Bagian Sensitifnya Kesenggol Oknum Wartawan Berkali-kali: Jadi Ga Respect
-
Kecil-kecil Nyali Gede, Baby Moana Putri Ria Ricis Main Bareng Anak Harimau
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan