Depok.suara.com, Warga di sekitar Jalan Nusantara di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas menolak rencana diberlakukannya kembali Sistem Satu Arah ( SSA)
Tokoh masyarakat di Depok Jaya Eka Hendrayana kepada wartawan mengatakan, penolakan SSA karena akan berdampak kepada psikologis warga dan kegiatan warga.
"Kami warga di Depok Jaya menolak keras diberlakukannya kembali SSA di jalan Nusantara,"katanya.
Warga beralasan dengan adanya SSA akan menimbulkan masalah baru seperti perekonomian para pelaku usaha di sepanjang Jalan Nusantara.
Dia mengambil contoh saat diberlakukannya SSA di jalan Arif Rahman Hakim dan Nusantara dimana omset atau jumlah pendapatan mereka berkurang.
Dampak lainnya adalah akan meningkatnya pelanggaran lalu-lintas di jalan Nusantara yang didominasi oleh pengendara bermotor.
"Saat diberlakukannya SSA Nusantara kami temukan banyaknya pengendara bermotor lawan arah untuk menuju ke lokasi yang dituju seperti ke sekolah,"katanya.
Dengan adanya pelanggaran lalu lintas maka akan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
"Saat SSA diberlakukan di Jalan Nusantara banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, namun setelah dihapus tidak ada kecelakaan lalu-lintas,"katanya.
Baca Juga: Sikap Rafael Tan saat Adzan Berkumandang Dipuji: Paginya ke Gereja, Sorenya Ikut Salat
Dia menambahkan masalah lainnya adalah gangguan bising yang akan dirasakan oleh warga di Perumnas Depok Jaya seperti di Jalan Mangga-Manggis-Nangka dan jalan lainnya.
Saat ini warga belum diajak berkomunikasi atau sosialisasi atas rencana penerapan sistem satu arah di Jalan Nusantara.
Ketua RW 03 Kelurahan Depokjaya Nuryadin menambahkan sebaiknya kebijakan tidak sepihak semestinya di lakukan terlebih dahulu sosialisasinya.
Tahun 2017 penerapan SSA berlangsung gaduh dan sempat demo membawa keranda karena banyak korban saat penerapan SSA.
Dengan adanya SSA di Jalan Nusantara maka akan menimbulkan sirkuit kendaraan pada berkecapatan tinggi apalagi pada waktu malam bahkan dijadikan ajang balap liar.
"Tiba tiba kami dengar di HT ada kecelakaan di Jalan Nusantara,"katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Bisa Tahan Hasrat, Saipul Jamil Sukses Bikin Dewi Perssik Tak Berdaya: Udah Pi!
-
Pelaku Tipikor Kembalikan Uang 3 Miliar
-
Senang digagahi Vincent Verhaag, Jessica Iskandar Bongkar Posisi Seks Favoritnya: Lebih Nikmat Dibawah, tapi...
-
TOK! Ojek Online Tidak Boleh Mangkal di Jalur SSA Bogor
-
Olahraga di Stadion SSA Pontianak, 5 Orang Positif Covid-19
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun
-
Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara
-
Nestapa Minyak Jelantah Hitam Pekat demi Menyelamatkan Dompet yang Sekarat
-
Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal
-
Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726
-
Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim
-
Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026
-
Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Rem Blong di Tikungan Maut Leter S, Sopir Tronton Angkut Pipa PGE Pilih Tabrak Tebing
-
#TataUlangIndonesia! Mahasiswa Demo di Istana dan DPR Bawa 20 Tuntutan