Depok.suara.com - Deasy Natalia menyampaikan pengalaman pahitnya saat berkasus dengan pihak kepolisian. Dirinya yang merupakan korban dari kasus KDRT malah ditahan oleh pihak kepolisian.
Dilihat dari kanal YouTube Uya Kuya, Deasy Natalia menyatakan malah ditahan oleh pihak kepolisian. Hal ini karena dirinya menolak perjanjian damai dengan suaminya.
"Itulah yang saya masih bingung. Saya diajak jalan-jalan, kalau sampai kantor polisi jam 8 malam. Dimasukan kantor polisi. Diminta tanda tangan cap sidik jadi agar damai dalam kasus KDRT," ucapnya.
Dirinya yang menolak untuk ditahan malah dipaksa untuk masuk ke penjara. Padahal ketika itu dirinya baru saja melahirkan.
Deasy menyebut pihak kepolisian telah berkompromi dengan suaminya. Sehingga berupaya untuk memaksanya berdamai.
"Mereka melindungi keluarga pelaku," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Penjelasan Polisi soal Perkara Deasy Natalia Ngaku Korban KDRT-Anak Dilecehkan, Benarkah Laporannya Tidak Diproses?
-
Miris! Wanita Asal Medan Ceritakan Anaknya Jadi Korban Perkosaan Bapak Kost, Laporannya Ditolak Kepolisian...
-
Heboh Wanita Curhat Jadi Korban KDRT-Anak Diperkosa di Medan, Ini Penjelasan Polisi
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'