Depok.suara.com - Mantan presiden Amerika Serikat (AS), Donal Trump terkena dakwaan atas upaya pembatalan pemilihan umum pada tahun 2020 lalu.
Diketahui, surat dakwaan yang dikirimkan pada Selasa (1/8/2023) menuduh Trump selaku calon presiden dari Partai Republik berkonspirasi menipu AS.
Dalam surat itu juga berisikan tentang sejumlah cara yang digunakan oleh Trump. Mulai dari mencegah Kongres mengesahkan kemenangan rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, hingga mencabut hak pemilih untuk pemilu yang adil.
Jaksa AS mengatakan Trump menggaungkan tudingan mengenai kecurangan dalam pemilu yang ia tahu tidak benar. Trump juga dituding menekan sejumlah pejabat, termasuk wakil presiden saat itu, Mike Pence, untuk mengubah hasil pemilu.
Ia juga didakwa berusaha menekan Wakil Presiden Mike Pence untuk menghentikan proses verifikasi suara sah dalam pemilu. Trump, lanjut dokumen itu, juga menghasut serangan kekerasan di US Capitol untuk merusak demokrasi Amerika dan mempertahankan kekuasaannya.
Selain itu, jaksa menganggap Trump memanfaatkan kerusuhan di Capitol untuk menyuarakan yang dia klaim sebagai kecurangan pemilu. Selama kerusuhan, Trump menolak seruan dari penasihatnya untuk mengeluarkan pesan yang menenangkan.
"Terdakwa berusaha menggunakan kerumunan pendukung yang dia kumpulkan di Washington DC untuk menekan Wakil Presiden agar secara curang mengubah hasil pemilu," bunyi dakwaan tersebut.
Dokumen dakwaan tersebut juga menjabarkan banyak contoh kebohongan Trump soal pemilu. Namun, penasihat dekat Trump, termasuk pejabat intelijen senior, mengatakan berulang kali bahwa hasilnya sah.
"Klaim ini salah, dan terdakwa tahu bahwa itu salah," tulis jaksa di dokumen dakwaan itu, seperti dikutip Reuters, Rabu (2/8/2023).
Baca Juga: Mundur dari Persikabo 1973, Aidil Sharin Resmi Jadi Pelatih Klub Liga Malaysia
Berdasarkan dokumen itu, Trump melakukan berbagai cara dalam upaya untuk mengubah hasil pemilu dengan skema yang kini dikenal sebagai "pemilih palsu".
Dalam menjalankan konspirasi itu, Trump bekerja sama dengan enam orang yang tak disebutkan namanya. Berdasarkan uraian itu, keenam orang tersebut kemungkinan mencakup mantan pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani.
Giuliani menelepon anggota parlemen negara bagian setelah pemilu 2020 untuk menekan mereka agar tak mengesahkan hasil pemilu di kawasan masing-masing.
Nama selanjutnya yang mungkin terseret yaitu mantan pejabat Kementerian Kehakiman, Jeffrey Clark dan, pengacara John Eastman.
Clark mencoba menempatkan diri sebagai jaksa agung sehingga dia bisa meluncurkan investigasi kecurangan pemilu di Georgia dan negara bagian lain.
Sementara itu, Eastman mengemukakan teori hukum yang keliru bahwa Pence bisa memblokir sertifikasi pemilu.
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS! Trump Didakwa Bersalah Karena Menyesatkan Warga Amerika Saat Pilpres
-
Nasib Anies 'Diramalkan' Mirip Seperti Donald Trump Jelang Pilpres, Kok Bisa?
-
Ulasan 'Trump: The Way To The Top', Kumpulan Nasihat Bisnis Terbaik
-
6 Prediksi Kartun The Simpsons Jadi Kenyataan, Donald Trump Jadi Presiden Hingga Kapal Selam OceanGate Tenggelam
-
Viral Siswa SMP Ditugaskan Gurunya Chattingan Sama Donald Trump Hingga Bill Gates, Warganet Emosi: Nggak Masuk Akal
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak