Depok.suara.com - Hasil Drawing Piala Dunia U-17 babak penyisihan grup nampaknya jadi angin segar bagi Indonesia.
Bertindak sebagai tuan rumah, Garuda Muda berada di grup A dan tergabung dengan negara yang tidak termasuk dalam kategori unggulan.
Kontestan lain penghuni grup A adalah Timnas U-17 Ekuador, Timnas U-17 Panama, dan Timnas U-17 Maroko.
Meninjau peta kekuatan saingan Tim Merah Putih, Indonesia relatif memiliki kans untuk lolos usai terhidar dari grup 'neraka'.
Kabar menggebirakan ini tentu membuat warganet sumringah. Update hasil lengkap pembagian grup FIFA World Cup U-17 yang dibagikan akun twitter (X) @FaktaSepakbola (15/9/23) ramai diserbu netizen.
Meski di isi dengan suka cita, banyak warganet yang khawatir soal kapasitas pelatih kepala Timnas U-17, Bima Sakti.
Sebagaimana diketahui, Dibawah pimpinan eks kapten timnas Indonesia itu, Garuda Muda gagal lolos di ajang Piala Asia U-17 Qatar saat kualifikasi lalu.
Bahkan dalam perjalanan kualifikasi, Timnas Indonesia U-17 pernah dibantai oleh Malaysia U-17 dengan skor mencolok 1-5 setahun silam.
Selain itu, Bima Sakti turut bertanggung jawab atas rentetan kekalahan uji coba jelang piala Dunia selama Bulan Agustus.
Baca Juga: Melaju ke Semifinal Hong Kong Open 2023, Gregoria Mariska Tunjung Tak Sangka Bisa Tampil Konsisten
Kekalahan tersebut diterima Indonesia saat jumpa tim junior Barcelona (0-3), Kashima Antlers U-18 (2-3), serta Timnas Korea Selatan U-17 (0-1).
Catatan buruk Timnas dengan Coach Bima Sakti membuat PSSI dikatakan harus segera mendepak Bima Sakti dan mencari pengganti yang tepat.
Seorang warganet yang pesimis turut menyinggung hasil melawan Malaysia sampai meminta PSSI untuk menjadikan pelatih asal Inggris, Dennis Wise sebagai Coach utama.
"Kalo dennis wise pelatihnya optimis banget lolos tapi ini lawan malay aja dibantai," cuit @rizk*******.
Diketahui jika Wise sempat tergabung dalam tim kepelatihan Timnas Indonesia U-17. Hanya saja, statusnya tetap setingkat di bawah Bima Sakti sebagai pelatih utama.
Sosok Dennis Wise sendiri juga menjabat sebagai direktur teknis dari klub pembinaan pemain muda Garuda Select.
Eks Chelsea berumur 56 tahun itu juga merupakan CEO dari klib Serie B Italia, Como 1907.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Tak Kunjung Pulang Ke Korea Selatan, Apa Ini Tanda-Tanda Strategi Baru Jelang Asian Games 2022?
-
Siap Tempur! Kapten Timnas U-17 Indonesia Tak Gentar Hadapi 'Grup Neraka' di Piala Dunia 2023
-
Grup Maut Menanti! Apakah Timnas U-17 Indonesia Siap Menghadapi Lawan Berat di Piala Dunia U-17 2023?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan