Depok.suara.com - Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) menggelar acara World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2023 di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Minggu (15/10).
Tak cuma di Jakarta, Gapopin juga menggelar acara ini di seluruh Indonesia, di antaranya Gapopin Sumatera Barat, Gapopin Sumatera Utara, Gapopin Sumatera Selatan, Gapopin Jambi, Gapopin Lampung, Gapopin Riau, Gapopin Kep. Riau, Gapopin Bali, Gapopin NTB, Gapopin Jawa Timur, Gapopin Yogyakarta, Gapopin Kaltimkaltara, Gapopin Kalimantan Barat, dan Gapopin Banten.
Ketua Gapopin Soelianto Rusli mengatakan kepada Depok.suara.com bahwa pihaknya menargetkan 18 ribu orang di seluruh Indonesia untuk diperiksa matanya secara gratis.
Untuk di Jakarta saja, Gapopin menargetkan 5 ribu orang untuk diperiksa matanya secara gratis.
“Target kami 18 ribu tapi sampai detik ini sudah melewati, di Jakarta saja kita targetin 4 ribu, ini sudah hampir 5 ribu,” tutur Soelianto Rusli.
Gapopin menggelar acara pemeriksaan mata gratis dalam memperingati Hari Penglihatan Sedunia untuk sekaligus mengkampanyekan agar masyarakat rutin memeriksakan matanya kepada ahli.
Pasalnya, kata Soelianto Rusli, masih banyak masyarakat yang masih memeriksakan matanya ke yang bukan ahlinya.
“Kami di sini mengkampanyekan kepada masyarakat supaya selalu melakukan pemeriksaan mata secara berkala dan diperiksa di tempat resmi dan berizin,” tutur dia.
Adapun pelayanan pemeriksaan mata gratis yang digelar Gapopin, yakni mengerahkan 20 mesin Auto Refrakto Keratometer (ARK), yakni alat elektronik yang mengolah data hasil pemeriksaan secara digital dengan menggunakan komputer.
Baca Juga: Alami Kekeringan Dan Kekurangan Air Bersih, Walikota Depok Imbau Warga Sholat Minta Hujan
Alat tesebut memiliki dua fungsi pemeriksaan sesuai dengan namanya yaitu refrakto dan keratometer.
Selain itu, kata Soelianto Rusli, Gapopin juga menyediakan 50 tempat untuk pemeriksaan secara subyektif dengan mempergunakan lensa dan frame percobaan serta objek yang diletakkan pada jarak tertentu.
Jadi, menurut Soelianto Rusli, orang-orang yand didatangkan untuk melayani masyarakat untuk pemeriksaan mata gratis memang ahlinya.
“Yang kita datangkan memang ahli-ahlinya dalam pemeriksaan mata. Ini yang kita datangkan profesi mata melalui pendidikan, jadi tidak boleh pemeriksaan mata di sembarang tempat, jadi harus resmi dan berizin. Itu tujuannya (kampanye periksaan mata gratis),” ujar dia.
Dia menambahkan, aggota Gapopin di seluruh Indonesia berjumlah 3 ribuan anggota, sedangkan untuk di DKI Jakarta memiliki 400-an anggota. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Lagu Kebangsaan Dicemooh, Pemain Iran Ramin Rezaeian Meledak
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan
-
Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan
-
Budiman Sudjatmiko dan Mahasiswa: Siapa yang Gagal Berdialog?
-
Adu Spek POCO X8 Pro vs iQOO Z11, Pilih HP Midrange Gahar yang Mana?
-
Taman Bendera Pusaka, Alternatif Wisata Keluarga di Jantung Ibu Kota
-
Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar
-
Sentuhan Hidrasi Maksimal: 5 Toner Pad untuk Makeup Flawless Tanpa Retak
-
Hoaks Kesehatan di Sosmed hingga AI Jadi Rujukan Konsultasi, Ini Pandangan RS Pelni
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar