Depok.Suara.Com - Butet Kartaredjasa, seorang budayawan, berharap Gibran Rakabuming Raka tidak menerima tawaran untuk menjadi calon wakil presiden dari salah satu calon presiden. Menurut pandangannya, alasan di balik hal tersebut adalah kurangnya pengalaman kepemimpinan yang dimiliki oleh Gibran.
Wali Kota Solo tersebut juga memberikan tanggapan terhadap permintaan Butet, tetapi ia tidak banyak memberikan komentar. Gibran mengaku pasif soal dorongan menjadi cawapres.
"Tanya yang ngurus SKCK tadi aja ya. Ya kalau saya pasif," kata Gibran, seperti yang dikutip Depok.Suara.Com dari laman detik.com
Gibran menegaskan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi yang disebut-sebut mempermudah proses pencalonannya sebagai cawapres, Gibran meminta sebaiknya dinilai oleh masyarakat sendiri.
"Itu biar warga yang menilai, ya," pungkasnya.
Sebelumnya, budayawan Butet Kartaredjasa memberikan tanggapan terhadap persidangan MK yang membicarakan tentang pembatasan usia calon presiden- wakil presiden.
Butet mengatakan bahwa jika tanggal Senin (16/10) mendatang Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa usia wakil presiden dapat menjadi 35 tahun, dia hanya berharap akan ada keajaiban dan mukjizat dari alam semesta.
Mukjizat yang dimaksud oleh Butet adalah agar keputusan itu diterapkan pada tahun 2029 dan agar Gibran menolak tawaran menjadi calon wakil presiden.
Baca Juga: Buat KTP ataupun KK Bisa Online Pakai Sistem yang Mau Dibuat Jokowi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat
-
Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Harga Plastik Melonjak! Ini 5 Alternatif Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan
-
Dituduh eks Istri Andre Taulany Langgar Privasi, Pengacara ART: Foto Pagar Rumah Bukan Data Pribadi
-
Oknum Guru Ngaji Kabur usai Diduga Lecehkan 11 Anak Bawah Umur di Kukar