Beredarnya video yang menayangkan aksi petugas PPSU saat menganiaya pacarnya di pinggir jalan menjadi sorotan publik. Sebab, pelaku bertindak sadis yakni menabrak pacarnya dengan menggunakan sepeda motor setelah sempat menendang korban hingga tersungkur.
Aksi sadis petugas PPSU itu terekam kamera ponsel warga. Disebutkan jika penganiayaan terhadap wanita itu terjadi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Peristiwa itu viral setelah rekaman videonya dibagikan oleh akun Instagram, @mtwahyuni.
Berdasar video yang beredar, pelaku secara membabi buta menganiaya pacarnya. Awalnya, pria bercelana oranye dan berkaos hijau itu menendang korban hingga jatuh.
Tak puas dengan aksinya, pelaku juga menjambak korban yang sudah tidak berdaya. Kemudian, sang anggota PPSU itu bergegas ke arah sepeda motor yang ada dan menabrak sang perempuan hingga terpental.
Lurah Bangka Firdaus Aulawy membenarkan adanya insiden tersebut. Kata dia, kejadian berlangsung di Jalan Kemang Dalam 6 RT 03/RW 03, Senin (8/8/2022) kemarin.
"Benar di Jalan Kemang Dalam, lokasi tepatnya di Jalan Kemang 6 RT. 03 RW. 03, kejadian kemarin sekitar pukul 12.30," kata Firdaus dalam sambungan telepon, Selasa (9/8/2022).
Firdaus menyampaikan, kedua belah pihak yang terekam kamera warga itu berstatus berpacaran. Adapun sang anggota PPSU wilayah Rawa Barat Kebayoran Baru itu bernama Zulpikar dan sang perempuan bernama Eti.
"Dua orang ini adalah berpacaran. Kejadian kemarin hari Senin sedang istirahat. Ceritanya katanya cemburu si Zulpikar, kemudian ada orang lewat di-videoin," jelas dia.
Kekinian, lanjut Firdaus, kondisi korban bernama Eti sudah baik-baik saja. Secara kasat mata, kondisi fisik Eti diklaim tidak ada luka.
Baca Juga: Marshanda Ditagih Biaya Rumah Sakit Jiwa di Los Angeles Rp 300 Juta, Raffi Ahmad Janji Lunasi
"Menurut pengakuan dia setelah ditanyakan keadaan dia baik-baik saja. Dia bilang secara fisik dilihat dengan mata tidak ada luka," beber Firdaus.
Tak Dilaporka ke Polisi
Atas insiden ini, pihak Kelurahan Bangka telah menyarankan Eti untuk melakukan visum. Namun, Eti tidak berkenan dan enggan melaporkan Zulpikar.
"Kami sarankan visum, yang bersangkutan tidak berkenan. Secara psikologis, mungkin dia rasakan karena cinta. Dia juga tidak ada keinginan mengadukan atau bagaimana," papar Firdaus.
Berita Terkait
-
Tiga Pelaku Kejahatan Jalanan di Jogja Diringkus Polisi, Pelaku Sudah Berencana Cari Musuh
-
Tiga Pelaku Kejahatan Jalanan di Jogja Ditangkap, Satu Orang Positif Konsumsi Obat-obatan Terlarang
-
Lakukan Penganiayaan Dengan Sajam di Tiga Tempat Berbeda, Tiga Pemuda di Jogja Diciduk Polisi
-
Miris! Satu Santri Ponpes El Qolam Diduga Tewas Karena Dianiaya Sesama
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?