/
Jum'at, 18 November 2022 | 15:15 WIB
tangkapan layar #RIPTwitter.

Muncuatnya kabar Twitter dihapus menyusul soal isu karyawan Twitter yang hendak resign dari perusahaan. Hal itu muncul sebagai respons atas ultimatum Elon Musk, yang memaksa pekerja memilih kerja lembur dengan intensitas tinggi atau meninggalkan perusahaan.

Dikutip dari Suara.com, dikabarkan jika grup chat internal karyawan Twitter dibanjiri emoji salut dan pesan perpisahan.

Itu pun termasuk dari para engineer yang mengumumkan pengunduran diri sehari setelah Musk melayangkan ultimatum.

Tapi jumlah karyawan Twitter yang mengundurkan diri dari perusahaan masih belum diketahui, seperti dilaporkan Outlook India, Jumat.

"Seluruh tim yang mewakili infrastruktur penting secara sukarela meninggalkan perusahaan, meninggalkan perusahaan dalam risiko serius untuk dapat pulih," kata salah satu engineering Twitter yang mengajukan resign.

"Kami adalah profesional bertalenta dengan banyak opsi, jadi Elon tidak memberi kami alasan untuk tinggal dan banyak yang pergi," lanjut dia.

Sehari sebelumnya, Elon Musk telah memberi tahu para karyawan Twitter bahwa mereka harus berkomitmen untuk bekerja lembur dengan intensitas tinggi atau meninggalkan perusahaan.

Pemilik baru Twitter itu menyampaikan melalui email kepada para karyawan bahwa mereka harus menyetujui janji tersebut jika memang masih ingin tetap bekerja, dikutip BBC dari Washington Post, Kamis (17/11/2022).

"Buat mereka yang tidak menyetujuinya pada hari Kamis (waktu setempat) perusahaan akan diberikan uang pesangon tiga bulan," kata Elon Musk.

Baca Juga: Gelar Pelatihan Digital, Sandination Cianjur Pastikan Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Load More