Sosok Ferdy Sambo, dalang di balik kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Yosua ternyata sangat ditakuti oleh anak buahnya. Pernyataan itu disampaikan oleh Mantan Wakaden B Paminal Arif Rahman Arifin saat menjani persidangan sebagai terdakwa obstruction of justice kasus Yosua di PN Jakarta Selatan, hari ini.
Saking takutnya dengan eks Kadiv Propam Polri itu, Arif meneteskan mata di depan majelis hakim. Sembari tersedu-sedu, Arif mengaku takut bernasib serupa dengan Yosua jika tidak menuruti perintah Ferdy Sambo.
Curhatan itu ditumpahkan Arif saat menjawab alasan dirinya tidak menjelaskan Yosua masih hidup dan terekam CCTV kepada para pimpinan Polri. Pertanyaan itu disampaikan oleh tim pengacarannya. Sembari menangis, Arif mengaku tidak berani karena sosok Ferdy Sambo.
"Takut. Saya kemarin aja pak hakim Yang Mulia....," kata Arif sembari tersedu-sedu di persidangan.
Sesekali Arief terlihat mengeluarkan sapu tangan untuk mengusap air matanya.
Majelis hakim pun mencoba menenangkan Arif.
Hakim mengatakan jika Arif masih bisa memberikan keterangan jujur dalam persidangan. Hakim meminta Arif untuk menceritakan cerita yang sebenarnya.
"Gini, saya mau beritahu saudara, kenapa saudara kami minta pertama (diperiksa terdakwa) karena saya melihat kejujuran di saudara, saya bisa memahami bagaimana perasaan saudara. Itu sebabnya ya, itu lah sebabnya biar perkara ini menjadi terbuka harapan kami begitu sebenarnya," jelas hakim.
"Itu sebabnya pada awal pertanyaan apa bantahan saudara terhadap Ferdy Sambo. Itu kami minta kepada saudara untuk yang pertama kita periksa, silakan dibuka apa yang harus saudara buka di sini," imbuh hakim.
Baca Juga: Hasil M4 Mobile Legends Hari Ini: RRQ Lolos di Laga Dramatis Lawan Falcon Esports
Arif sempat menangis kembali, kemudian berhenti. Dia lalu melanjutkan ucapannya.
"Rasa takut itu besar Yang Mulia. Kemarin ketika saya ceritakan beda dengan pak Ferdy Sambo aja terus terang saya takut," ujar Arif.
Sosok Ferdy Sambo bak malaikat maut bagi Arif. Dia pun mengakui sangat takut bakal bernasib seperti Brigadir J.
"Istri saya sempat bilang ingat pak, anak-anak, bayangkan ajudan aja bisa dibunuh. Gimana saya gak kepikiran."
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Nobar Rekaman CCTV Brigadir Yosua Masih Hidup, Arif Rahman Kaget hingga Dengkul Lemas dan Gemetar
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Nyerah Akhirnya Akui Jadi Penembak Kepala Brigadir J, Benarkah?
-
Saking Ketakutan Sosok Sambo, Terdakwa Arif Rahman Nangis di Sidang: Ajudan Aja Bisa Dibunuh, Gimana Saya Gak Kepikiran
-
Ada Apa dengan Kacamata Ferdy Sambo? Hakim dan Jaksa Harus Waspadai Taktik Tersembunyi Kaisar Sambo!
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo