- Kementerian ESDM belum menerbitkan izin impor BBM 2026 untuk Shell Indonesia karena kuota yang diajukan masih dievaluasi.
- Shell Indonesia mengajukan pembelian BBM terakhir ke Pertamina pada akhir 2025 sebanyak 100 ribu barel.
- Pemerintah berkomitmen menjamin ketersediaan BBM di semua SPBU, termasuk swasta, melalui sinergi dengan Pertamina.
Suara.com - Rekomendasi izin impor BBM 2026 untuk operator SPBU swasta, Shell Indonesia belum diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut kuota impor yang diajukan Shell masih dalam proses evaluasi.
Laode juga menyatakan, Shell menjadi badan usaha yang terakhir yang mengajukan pembelian base fuel ke PT Pertamina pada akhir 2025 sebesar 100 ribu barel.
"Masih dievaluasi, kan terakhir juga kemarin mereka pemesanan ke Pertamina kan 2025 terakhir. Jadi, masih dievaluasi," kata Loade saat ditemui wartawan usai menghadiri agenda diskusi di Jakarta Selatan pada Kamis (5/2/2026).
Sebagaimana diketahui, kelangkaan BBM kembali terjadi di jaringan SPBU Shell. Sejumlah jenis BBM kembali tidak tersedia.
Sementara sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyebut rekomendasi impor BBM bagi SPBU swasta sudah diterbitkan.
"Untuk izin impor itu kan prosesnya sudah berjalan. Itu kan prosesnya sudah berjalan. Itu kan kemarin itu, seharusnya SPBU swasta itu kan sudah bisa melaksanakan proses (impor)," kata Yuliot pada Jumat 30 Januari lalu.
Menurutnya, untuk SPBU swasta yang belum mendapatkan sumber pemasok, maka dapat menjalin kerja sama dengan Pertamina, seperti yang sebelumnya terjadi pada akhir tahun 2025.
"Kalau memang belum mendapatkan sumber, itu kan bekerja sama dengan Pertamina," kata Yuliot.
Baca Juga: ESDM Pastikan RKAB Batu Bara yang Beredar Hoaks
Ditegaskannya Pemerintah memiliki komitmen memastikan ketersedian BBM di seluruh SPBU, baik miliki Pertamina ataupun swasta.
"Tetap kita usahakan sinergi bagaimana ketersediaan BBM baik oleh Pertamina maupun oleh Badan Usaha, itu bisa tetap itu berjalan. Itu mungkin hal yang perlu kita evaluasi kembali," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli BBM Solar dari Kilang Pertamina Mulai Tahun Ini
-
Bahlil: Saya Menteri Gagal Jika Masih Ada Desa Tanpa Listrik
-
Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik
-
Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor
-
Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu