Nama Aji Yusman sempat tersohor saat berakting di sinetron "Inikah Rasanya" pada 2003 lalu. Kini, Aji Yusman hidup melarat. Bahkan, anak Aji Yusman yang masih duduk di bangku SD pun kini putus sekolah.
Cerita itu diungkapkan Aji Yusman saat diundang di acara podcast yang dipandu oleh Melaney Ricardo. Selain mengalami krisis finansial karena menganggur, Aji Yusman pun baru dirundung duka, setelah bayi yang dikandung oleh istrinya, Siska keguguran.
"Kemarin itu (harta) udah habis karena aku di posisi nggak kerja nggak makan, mau kerja nggak bisa. Karena kondisi istri," kata Aji Yusman seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (26/1).
Lantaran sudah mendapatkan job di dunia hiburan, Aji Yusman sempat menjadi sopir taksi online demi menghidupi keluarganya.
"Aku udah pernah nge-gr*b (car) pakai akun papa. Misal ada orang yang pernah disetirin aku, komen aja," katanya.
Lantaran kondisi mental dan fisik belum membaik setelah mengalami keguguran, Aji Yusman pun mengaku tidak bisa meninggalkan istrinya di rumah, sekalipun menjajal jadi driver ojol motor. Dia pun mengaku sempat kepikiran untuk usaha bakmi di rumahnya, tapi belum punya modal.
"Aku pengin buka bakmi tadinya, cuma modalnya nggak ada. Kalau buka gerobak bakmi depan rumah, kan istri di rumah bisa dikontrol," katanya.
Lantaran kondisi finansialnya nyungsep, anak sulung Aji Yusman tidak bisa lagi bersekolah karena tidak ada biaya. Anak Aji Yusman yang putus sekolah itu seharusnya duduk di bangku kelas 2 SD.
"Yang dua masih kecil-kecil. Yang satu terpaksa putus sekolah karena finansial belum stabil," ungkapnya.
Baca Juga: Bunda Corla Ogah Ladeni Somasi Farhat Abbas: Bunda Gak Ada Waktu
Setelah banya menceritakan kondisi ekonomi di sejumlah acara TV, Aji mulai mendapatkan pemasukan. Bahkan, dia berniat membuka usaha dari pendapatannya itu.
"Sekarang Alhamdulillah ada panggilan, panggilan TV program. Ketika sudah kondusif, pasti ada fee aku save. Misal aku bisa buka usaha, aku buka. Kalau ada tawaran masuk, ya aku terima," katanya.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Aji Yusman Tak Percaya Asuransi Meski Anak Meninggal Dalam Kandungan dan Tak Punya Biaya, Kenapa Ya?
-
Aji Yusman Malah 'Jual' Kisah Sedih ke Berbagai Podcast, Warganet: BPJS-nya Diurus!
-
Tak Punya Kerjaan, Anak Pertama Aji Yusman Sampai Putus Sekolah, Warganet: Jangan Gengsi Masuk SD Negeri!
-
Ikatan Cinta Malam Ini: Benarkah Zahra jadi Penyebab Kecelakaan Mobil Aldebaran?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan