/
Selasa, 31 Januari 2023 | 11:49 WIB
Bukan Prabowo, Terbongkar Perjanjian Lama dengan Sandiaga: Tak Punya Uang, Anies Ngutang saat Maju di Pilkada DKI (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Bukan dengan Prabowo Subianto, terungkap soal adanya perjanjian antara Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno. Perjanjian itu terjadi saat keduanya berduet di Pilkada 2017 silam. Perjanjian itu disebut-sebut masalah utang Anies dengan Sandiaga Uno. 

Perjanjian antara Anies dan Sandiaga itu dibongkar oleh Sudirman Said yang menjadi perwakilan tim kecil Anies. Sudirman menyampaikan soal itu guna membantah isu adanya perjanjian politik antara Anies dengan Prabowo terkait pilpres 2024.

Sudirman mengaku tidak pernah mendengar soal perjanjian politik Anies-Prabowo yang sempat diungkapkan oleh Sandiaga. 

"Saya tidak mendengar ada perjanjian tersebut," kata Sudirman seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (31/1).

Sudirman Said mengaku perjanjian yang diketahuinya soal Anies yang sempat meminjam uang dengan Sandiaga saat keduanya berduet di Pilkada 2017 silam. Namun, Sudirman tidak menjelaskan secara rinci berapa uang yang dipinjam Anies kepada Sandiaga, kala itu.  

"Dan dalam perjanjian itu antara lain kemudian ada juga perjanjian utang piutang dengan Pak Sandi dan Pak Anies karena waktu itu Pak Anies tidak punya uang ya," ujarnya. 

Namum, Sudirman mengklaim perjanjian utang piutang itu dianggap lunas jika Anies dan Sandiaga bisa memenangkan Pilkada Jakarta. Diketahui, jika Anies-Sandiaga yang berduet di Plkada DKI Jakarta berhasil menjabat gubernur dan wakil gubernur. Namun, Sandiaga akhirnya mundur dari jabatan wagub karena maju menjadi pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Kalau pilkadanya menang utang-piutang selesai dan dianggap sebagai perjuangan bersama," kata Sudirman.

Kembali ke perjanjian Anies dan Prabowo, Sudirman menegaskan tidak pernah ada. Apalagi perjanjian berkaitan dengan Pilpres 2019.

Baca Juga: Klaim Tak Punya Motif Bunuh Yosua, Pengacara: Sikap Loyal Kuat Maruf dengan Sambo Adalah Hal Wajar

"Yang ada adalah saya ini membantu Pak Prabowo ikut membicarakan kepada Pak Anies kemungkinan Pak Anies bersedia menjadi cawapres atau tidak dan berkali-kali saya diskusi jawaban beliau saya akan fokus mengurus Jakarta karena itu di Pemilu ini saya tidak ikut," papar Sudirman.

Sudirman juga menjawab video viral Anies ketika diwawancarai di acara Mata Najwa.

"Waktu itu wawancara dengan mata Najwa bahwa dia tidak akan menjadi penghalang Pak Prabowo akan terus duduk menyelesaikan tugas di Jakarta dan itu sudah ditunaikan. Jadi saya tidak tahu perjanjian yanf dimaksud Pak Sandi, mudah-mudahan beliau keliru," tutur Sudirman.

Sudirman menegaskan ulang bahwa sepengetahuan dirinya memang tidak ada perjanjian antara Anies dan Prabowo. Ia bahkan meminta Sandiaga mengecek ulang perjanjian yang dimaksud.

"Menurut saya nggak ada. Ya mungkin Pak Sandi perlu cek lagi ya," ucapnya.

Klaim Sandiaga Soal Perjanjian Anies-Prabowo

Sandiaga sebelumnya mengungkap adanya perjanjian tertulis antara Prabowo dengan Anies perihal pemilihan presiden atau pilpres. Sandiaga hanya menyebut kalau isi perjanjian tersebut berkaitan dengan masa depan bangsa.

Sandiaga menyebut jika perjanjian tertulis itu dibuat pada September 2016 lalu, tepatnya sebelum pendaftaran Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Ditulis Tangan hingga Diteken Pakai Materai

"Jadi perjanjian itu perjanjian yang menurut saya memikirkan kepentingan bangsa dan negara, kepentingan saat itu kita mencalonkan, kepentingan apa yang pak Prabowo harapkan kepada kita berdua dan poinnya," tutur Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/1/2023).

Sandiaga tidak menjawab apakah dalam isi perjanjian tersebut ada larangan bagi Anies untuk maju di Pilpres 2024. Ia hanya menegaskan kalau dalam perjanjian tertulis itu terkait dengan Pilgub DKI Jakarta 2017 di mana dirinya bersama Anies maju sebagai kandidat.

Lebih lanjut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) tersebut menyebut kalau perjanjian Prabowo, Anies dan dirinya itu masih berlaku hingga saat ini. Ia sendiri mengaku masih komit memegang perjanjian tersebut.

"Saya sih komit. Saya sampai saat ini karena saya tanda tangan komit dan mungkin yang lain bisa ditanyakan," katanya.


(Sumber: Suara.com)

Load More