David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy terancam tidak bisa bersekolah lagi. Pasalnya, David harus menjalani perawatan panjang di rumah sakit setelah remaja berusia 17 tahun itu dinyatakan mengalami cedera parah di bagian otak. Kondisi pilu yang dialami David Ozora diungkap oleh ayahnya, Jonathan Latumahina.
"Dokter menyampaikan butuh enam bulan sampai satu tahun," ujar Jonathan dalam unggahan video di akun Instagram @nyinyir_update_official yang dikutip dari Suara.com, Selasa (4/4).
Pengusur GP Ansor itu pun mengaku tidak bisa memastikan soal kapan sang anak bisa pulih total, karena memang butuh perawatan medis yang panjang. Bahkan, Jonathan tidak bisa memastikan apakah David bisa sekolah lagi
"Jadi memang benar dia enggak akan bisa sekolah lagi untuk sampai batas waktu yang kita belum tahu," katanya.
Lebih lanjut, Jonathan membeberkan jika David harus menjalani terapi yang ketat. Hingga hari ke-43 David masih berada di ruang ICU untuk perawatan.
"Terapi-terapi yang dilakukan saat ini sangat ketat sehingga David masih tetap di ICU," ucapnya.
David sempat mengalami panas tinggi lagi pada Jumat lalu. Jonathan menuturkan kalau hal tersebut akan terus dialami oleh sang putra sebagai dampak dari diffuse axonal injury.
"Kemarin Jumat dia sempat panas sampai 38,4. Hal ini akan terus terjadi untuk pasien yang terkena diffuse axonal injury," kata Jonathan.
Diungkapkan oleh Jonathan apabila tingkat kesadaran sang putra jauh di bawah skala normal. Ia menyebut jika David Ozora seperti orang meninggal tetapi masih bisa bernapas.
Baca Juga: Mudah Terdistraksi Saat Bekerja? Segera Atasi dengan 6 Tips Efektif Ini!
"Orang sadar itu skalanya 15. David ketika masuk itu 3, artinya apa? Glasgow coma scale ini parameternya ada tiga yang pertama ada respons penglihatan, kedua respons pendengaran, yang ketiga respons gerak." ujarnya.
"Nah, David tiga, artinya masing-masing satu. Arti lebih gampangnya lagi seperti orang meninggal tapi masih bernapas karena ketika disenter matanya tidak ada respons sama sekali," katanya.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Cuma Bisa Diam dan Menunduk, Begini Reaksi Mario Dandy Saat Tahu Ayahnya, Rafael Alun Trisambodo Ditahan KPK
-
Bapak-Anak Tersandung Kasus Hukum, Respons Mario Dandy Setelah Rafael Alun Ditahan KPK
-
Berangsur Pulih, David Ozora Gembira Diberi Video Semangat dari Sosok Idolanya Ini
-
Jadi Saksi Di Sidang AG, Mario Dandy, Shane Lukas Dan Amanda Tiba Di PN Jaksel
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan