Setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil langsung digelandang ke KPK, Jumat (7/4) sore ini.
Dengan pengawalan super ketat dari aparat kepolisian, Muhammad Adil tiba di KPK sekitar pukul 16.18 WIB.
Setelah turun dari mobil, tidak ada satu pun ucapan yang keluar dari mulut Adil saat ditunggu puluhan awak media di pelataran Gedung Merah Putih.
Adil yang mengenakan baju hitam dengan celana jeans itu terlihat membawa koper. Saat digelandang ke KPK, Adil tak datang seorang diri.
Dia terlihat bersama satu orang pria yang diduga juga terlibat dalam kasus ini.
OTT Massal
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri sebelumnya menyebut ada 25 orang yang terjaring OTT tersebut termasuk Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil. Puluhan orang lainnya yang ikut dicokok KPK di antaranya mulai dari sekda, kepala dinas hingga ajudan bupati.
"Sejauh ini tim KPK mengamankan 25 orang terdiri dari Bupati, Sekda, Kepala Dinas dan Badan, Kepala Bidang dan pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti serta ajudan Bupati dan pihak swasta," kata Ali.
Kasus Suap Jemaah Jasa Umrah
Baca Juga: Gagal Pertahankan Gelar, Bali United Bertekad Tutup Musim Ini dengan Manis
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkap, dugaan korupsi yang menjerat Adil kasus suap pengadaan umroh.
"Suap pengadaan jasa umrah. Itu yanng tercapture awal, selanjutnya kami kembangkan," kata Ghufron.
Adil juga diduga melakukan korupsi pemotongan Uang Persediaan (UP) dan Ganti Uang Persediaan (GAP).
"Dipotong 5-10 persen," kata Ghufron.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Tenteng Koper Hijau, Bupati Meranti Muhammad Adil Tiba di Gedung KPK Jakarta
-
Bupati Meranti Muhammad Adil Ditangkap KPK, Pejabat Lainnya Ikut Terseret
-
CEK FAKTA: Rumah Raffi Ahmad Digeledah KPK, Ditemukan Bukti Ini
-
OTT Massal Kasus Suap Umrah Bupati Muhammad Adil, 25 Orang Termasuk Sekda, Kepala Dinas hingga Ajudan Dicokok KPK
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim