Sederet fakta di balik aksi keji Praka RM, anggota Paspampres yang menculik, menyiksa Imam Masykur (25), pemuda asal Aceh di Jakarta hingga tewas akhirnya terungkap. Ternyata Praka RM dan dua rekannya yang juga merupakan anggota TNI sempat berpura-pura menjadi anggota polisi saat menculik korban di sebuah toko kosmetik di kawasan Tangerang Selatan.
"Betul (tersangka sempat ngaku polisi)," kata Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar seperti dikutip dari Suara.com, Senin (28/8).
Alasan ketiga pelaku mengincar korban karena dituduh telah mengedarkan obat-obatan ilegal. Berangkat dari tudingan itu, korban dianggap tidak akan berani melapor ke polisi.
“Karena mereka (Imam Masykur) kan pedagang obat ilegal. Jadi kalau misalnya dilakukan penculikan, dilakukan pemerasan, itu mereka enggak mau lapor polisi. Akhirnya mereka menculik orang-orang itu,” katanya.
Motif Tebusan Rp50 Juta
Terungkap motif penculikan yang menewaskan Imam Masykur. Ternyata para pelaku sempat meminta uang tebusan sebesar Rp50 juta setelah menculik korban.
"(Motif) uang tebusan. Tidak saling kenal," katanya.
Kronologi Penculikan
Setelah diculik pada Sabtu 12 Agustus dari toko kosmetik di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, jasad Imam ditemukan di sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat pada Jumat, 18 Agustus 2023 lalu.
Baca Juga: Akui Mudah Capek Gegara Faktor Usai, BCL: Udah Jompo, Gak Bisa Bohong
Said Sulaiman (32), kerabat korban membeberkan soal kondisi mayat Imam Masykur setelah diserahkan ke pihak keluarga. Menurutnya, kondisi korban sudan bengkak.
"Mukanya sudah bengkak, sangat sadis," kata Said, dikutip dari Suara.com
Menurut sepengetahuannya pemuda berusia 25 tahun itu tidak pernah cerita ada masalah baik utang ataupun lainnya.
"Kalau dia ada apa-apa dia telepon saya," ungkapnya.
Diculik Pakai Mobil
Peristiwa dugaan penculikan ini terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2023. Said mengetahui itu dari seorang teman Imam yang datang menemuinya usai kejadian.
Berita Terkait
-
Ngeri! Imam Pemuda Asal Aceh Tewas usai Diculik Anggota Paspampres, Praka RM Diduga Sempat Minta Uang Tebusan ke Keluarga Korban
-
Momen Iriana Jokowi Gandeng Paspampres Banjir Pujian: Seperti Ibu dan Anak
-
Usai Diculik, Gadis Berkebutuhan Khusus di Jakbar Dijadikan Budak Seks 3 Pria Pemabuk di Kontrakan
-
Ngeri! 2 ABG di Makassar Culik dan Bunuh Anak SD, Motifnya Ingin Kaya Raya Jual Organ Tubuh Manusia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP