Sosok Otto Hasibuan belakangan ini kembali menjadi sorotan setelah kasus kopi sianida yang menyeret Jessica Kumala Wongso ke penjara dituangkan melalui film dokumenter yang tayang di Netflix, belum lama ini. Film dokumenter berjudul "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso" itu mengulas soal kasus kematian I Wayan Mirna Salihin.
Setelah film tersebut tayang, pemicu tewasnya Mirna Salihin pun kembali dipertanyakan. Salah satunya dari video lawas Otto Hasibuan yang kembali viral di media sosial.
Dalam sebuah acara TV yang cuplikan videonya dibagikan ulang akun TikTok @J.W.B, Otto Hasibuan meyakini jika Jessica Wongso tidak bersalah terkait tewasnya Mirna.
"Saya meyakini betul jika Jessica tak bersalah, tapi putusan hakim harus saya hormati," kata Otto Hasibuan.
Otto Hasibuan masih mempertanyakan soal putusan hakim yang telah memvonis Jessica Wongso bersalah terkait racun sianida yang ada di tubuh Mirna. Padahal, menurutnya, pihak kepolisian tidak pernah melakukan autopsi terhadap jasad Mirna setelah dinyatakan meninggal.
"Bayangkan di peradilan Jessica ini, ada seorang mati, yang tiba-tiba bukan karena sakit. Umpamanya di tempat kita, di sana ada orang (lagi) jalan tiba-tiba mati, bukan karena sakit. Lantas tidak diautopsi, tapi hakim bisa mengatakan ini mati karena sianida, dukun pun tak berani menebak itu. (Jenazah Mirna) tidak diautopsi. Dan sekarang semua perkara apa pun diautopsi. Padahal (kasus) Jessica tidak diautopsi, itu persoalannya," beber Otto.
Perlu diketahui, Jessica Wongso telah divonis 20 tahun penjara atas kasus kematian Mirna Salihin. Jessica Wongso dituduh telah menaburkan racun sianida ke Vietnam Ice Coffe yang diminum Mirna saat mereka bertemu di kafe Olivier, Grand Indonesia (GI), Jakarta Pusat pada 6 Januari 2016 lalu.
"Jadi bayangkan seorang hakim mengatakan, karena Jessicalah yang menguasai gelas itu lebih lama, maka dialah pembunuhnya. Itu tragedi dengan peradilan kita," sambungnya.
Menurutnya, proses autopsi umumnya dalam proses penyelidikan di kepolisian untuk menentukan penyebab kematian korban.
"Tanpa autopsi, seseorang tidak bisa dinyatakan mati karena sebabnya apa, sebab kematian ya. Karena sebab kematian hanya bisa ditentukan berdasarkan autopsi, kecuali karena sakit dan sebagainya," katanya.
Saat menangani kasus Jessica Wongso, Otto pun bercerita dirinya sempat mengorek keterangan dari ahli di negara lain soal proses autopsi. Dari paparan ahli yang ditemuinya itu, Otto menyebut tidak ada kasus yang diproses secara hukum tanpa dilakukan proses autopsi kepada korban yang meninggal tak wajar.
"Itu sebabnya waktu saya di Singapura, waktu kasus itu saya tangani, saya bicara dengan dokter-dokter Singapura, mereka mengatakan, 'kalau itu tidak dilakukan autopsi, negara kami itu no case,' Saya juga pergi ke ahli di Australia, itu juga no cases, gak usah dibicarakan. Gak boleh ini polisi membawa kasus ke pengadilan, karena tidak diautopsi," katanya.
Berita Terkait
-
Akui Tak Bisa Menangkan Jessica Wongso di Sidang Kasus Kopi Sianida, Otto Hasibuan: Ada Sesuatu yang Tidak Beres
-
Koar-koar soal Botol Sianida Milik Jessica Wongso, Ayah Mirna: Tebakan Saya Bener Tuh
-
Sebut Mirna Tewas karena Kesalahan Suaminya, Ibunda Jessica Wongso: Saya Sayang Mirna, Dia Anak Manja
-
Ungkap Kejanggalan Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso, Hotman Paris Protes Keras soal Ini
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye
-
Ahmad Dhani Ungkap Paras Anak Al Ghazali dan Alyssa: Gak Mirip Orang Indonesia
-
Review Film Home Sweet Home: Menonton Kenyataan Pahit Profesi Caregiver di Denmark
-
Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah
-
7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
-
IHSG Masih Merosot pada Pembukaan Senin ke Level 6.959
-
Aksa Anak Soimah Kerja Apa? Putuskan Nikah Muda dengan Yosika Ayumi
-
Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram
-
Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini
-
Antara Idealisme dan Realita: Susahnya Hidup Less Waste di Era Serba Cepat