Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea ikut menanggapi soal kasus kopi sianida yang telah menyeret Jessica Kumala Wongso ke dalam penjara. Hotman Paris menganggap tak ada bukti yang kuat untuk membuktikan Jessica Wongso bersalah atas kematian Mirna Darmawan Salihin.
Kasus kopi sianida pada 2016 lalu kembali ditanggapi Hotman karena kasus tersebut kembali viral setelah diangkat menjadi film yang ditayangkan Netflix.
Lewat video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, pada Selasa (3/10), Hotman Paris awalnya menyoroti soal dua alat bukti yang dianggap tidak terpenuhi dalam kasus kopi sianida. Menurutnya, kasus Jessica itu hanya berdasarkan keyakinan majelis hakim.
"Kasus Jessica, racun sianida viral lagi setelah filmya tayang di Netflix. Komentar saya atas kasus itu dari dulu adalah tidak diterapkan prinsip harus ada dua alat bukti sebelum seseorang dipidana, tapi menonjol keyakinan hakim," kata Hotman dikutip Dexcon.suara.com, Rabu.
Hotman mencontohkan pengadilan di Eropa dan Amerika Serikat pun tidak akan memproses hingga persidangan jika ditemukan kasus seperti kopi sianida Jessica Wongso.
"Di Eropa juga di Amerika, seseorang tidak bisa divonis hukuman berat seperti ini, kalau buktinya masih ragu-ragu. Artinya tidak ada keraguan sedikit pun, harus ada bukti telak," katanya.
Dia pun menganggap tidak ada bukti-bukti yang kuat untuk menghukum Jessica Wongso atas kematian Mirna.
"Dalam kasus Jessica, bukti itu tidak ada yang telak. Tidak tahu, ini kesalahan siapa ini, apakah tim pengacara atau tidak, saya gak tau," katanya.
Hotman Paris pun juga meragukan keterangan saksi ahli termasuk ahli toksikologi dalam sidang kasus Jessica. Pasalnya, menurutnya, saksi ahli itu sudah berani menyebut jika Jessica adalah pelaku yang menebarkan racun sianida ke es kopi Vietnam yang diminum Mirna.
Baca Juga: Sebut Putrinya Dizalami di Kasus Kopi Sianida, Ibu Jessica Wongso: Emang Ini Dibikin, Kayak Sinetron
"Tapi yang jelas saat waktu ada saksi ahli, didatangkan ke persidangan yang memberatkan Jessica. Saksi ahli tentang racun itu berani mengatakan, racun tersebut diletakan, tanggal sekian, jam sekian. Padahal dia diperiksa sebagai saksi, dia memeriksa kasus tersebut sudah hampir beberapa minggu setelah kematian almarhum," katanya.
"Jadi bagaimana mungkin dia bisa tahu jam diletakannya itu racun, hanya Tuhan yang tahu, apakah ada racun, dan apakah diletakan jam berapa. Tapi memang kesakiannya itu dibuat sedemikian rupa agar, dia mengatakan jam sekian racun itu diletakan. Karena jam segitu bersamaan Jessica sudah di meja. Jadi seolah-olah sudah ada Jessica sudah ada di TKP pada saat racun itu dimasukan ke dalam gelas," imbuh Hotman.
Dia pun sempat melayangkan protes atas keterangan saksi ahli yang dihadirkan ke sidang Jessica. Sebab, Hotman menanggap sangat mustahil saksi ahli itu tahu detail soal tuduhan Jessica membunuh Mirna dengan racun sianida.
"Sehingga tentu orang akan beranggapan satu-satu orang yang diduga meletakan adalah Jessica. Karena jamnya bersamaan. Itu saya protes keras itu, karena tidak mungkin ahli bisa mengetahui jam berapa racun itu dimasukan kalo dia hanya sebatas ahli," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Putrinya Dizalami di Kasus Kopi Sianida, Ibu Jessica Wongso: Emang Ini Dibikin, Kayak Sinetron
-
Klaim Bisa Kawin 2 Ribu Kali, Aksi Hotman Paris Peluk Aspri di Depan Istri Disorot: Di Mana Akal Sehatmu?
-
Ngaku Dapat Untung usai Terima Amplop Rp2 Miliar dari Konglomerat, Hotman Paris Tetap Sesumbar soal Biaya Pernikahan Anaknya: Ini Mah Kecil
-
Habiskan Rp5 Miliar, Foto Hotman Paris di Suvenir Pernikahan Anaknya Bikin Salfok: Kayak Hand Sanitizer Rp15 Ribuan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas