Film dokumenter Netflix berjudul "Ice Cold" yang mengangkat kasus Kopi Sianida Jessica Wongso membuat publik memiliki pandangan lain terkait pelaku pembunuhan Mirna Salihin.
Bila sebelumnya publik yakin Jessica Wongso sebagai pembunuhnya, sekarang cukup banyak netizen yang justru mencurigai ayah Mirna Salihim, Edi Darmawan Salihin.
Mereka menilai Edi Darmawan Salihin hanya fokus mencari cara menjebloskan Jessica Wongso ke penjara sebagai pembunuh, ketimbang mencari tahu penyebab Mirna Salihin meninggal dunia terlebih dulu.
Mengetahui hal tersebut, rupanya Edi Darmawan mulai geram.
Dalam sebuah cuplikan video wawancara di sebuah TV swasta yang diunggah ulang akun TikTok @feeyxyz, Darmawan Salihin menyuruh netizen jangan mau terkecoh dan diadu domba oleh Netflix.
“Jangan sampe terkecoh oleh Netflix, Netflix itu dia cari duit, kalo perlu diadu domba kita nih kayak jaman belanda dulu kita diadu domba warga dengan warga, yang dapet duit dia,” katanya kesal.
Darmawan Salihin juga menuding jika Netflix hanya ingin mencari keuntungan dengan mengangkat kasus kematian putrinya. Bahkan, Darmawan meminta netizen untuk jajan di aplikasi ojek online ketimbang membayar iuran untuk berlangganan di Netflix.
“Bayar iuran itu, Rp160 ribu apa berapa itu, saya ingatkan, jangan nonton Netflix, mendingan beli jajan di Gojek,” ujarnya lagi.
Mendengar ucapan Edi Darmawan, banyak netizen yang justru semakin ingin menonton film dokumenter Netflix berjudul "Ice Cold" tersebut.
Baca Juga: Hidung Keluar Banyak Darah, Fuji Malah Happy: Seru Banget, Gue Suka Deh
“Gak pernah nonton Netflix, tapi besok mau langganan Netflix deh, penasaran lihat filmnya, seru kayaknya,” tulis netizen.
“Maaf pak saya keras kepala, semakin dilarang, semakin saya lakukan wkwkwkwk,” ucap netizen lain.
“Kalo dilarang, gue malah nonton pak,” sahut yang lain dengan emoji tertawa.
Selain itu, Darmawan Salihin justru dicurigai mulai panik setelah kisah kasus kematian Mirna kembali diangkat oleh Netflix.
"Mulai panik nih, terjebak dengan rasa ketakutan, sudah jelas ini," curiga salah satu netizen.
"Panik gak tuh," timpal yang lain disertai emoji bingung.
"Keliatan paniknya," sahut netizen lainnya dengan membubuhkan emoji tertawa.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Botol Sianida Cuma Imajinasi, Ayah Mirna Salihin Ngaku Bersalah: Saya Minta Maaf, Lupakan Saja
-
Mirna Salihin Tewas karena Sianida Tanpa Proses Autopsi, Otto Hasibuan: Dukun Pun Tak Berani Menebak Itu
-
Akui Tak Bisa Menangkan Jessica Wongso di Sidang Kasus Kopi Sianida, Otto Hasibuan: Ada Sesuatu yang Tidak Beres
-
Koar-koar soal Botol Sianida Milik Jessica Wongso, Ayah Mirna: Tebakan Saya Bener Tuh
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim