Suara.com - Aktris Hollywood yang sudah dikenal sejak lama sebagai mantan "bintang cilik", Shirley Temple Black, dilaporkan meninggal dunia dalam usia 85 tahun. Pihak keluarganya mengonfirmasi berita itu pada Selasa (11/2) pagi ini, meski belum disampaikan penyebab kematinanya.
Terlahir pada 23 April 1928, Temple sudah menjadi artis sejak masih berusia dini, yang menariknya, justru di era resesi ekonomi (great depression). Kariernya kemudian berjalan mulus, hingga membawanya mulai dari layar lebar dan TV, menjadi penyanyi, penari, hingga ditunjuk sebagai Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Ghana dan Cekoslovakia.
Temple mulai masuk ke dunia akting tahun 1932, di usia tiga tahun, serta segera terkenal secara internasional dalam rentang dua tahun, terutama lewat film Bright Eyes (1934). Pada Februari 1935, dia pun menerima penghargaan spesial Juvenile Academy Award, atas kontribusi luar biasanya sebagai anak-anak di dunia film.
Berikutnya, ia segera membintangi sejumlah hits, antara lain film Curly Top serta Heidi, di periode 1930-an. Dia pun terpilih sebagai penghibur box-office teratas dalam polling Motion Picture Herald, selama empat tahun berturut-turut (1935–1938).
Beberapa pengamat kemudian menilai puncak kariernya di dunia film terjadi terlalu awal. Sebab, begitu menginjak usia dewasa, terbukti kebintangannya segera memudar, sebelum akhirnya dia mengundurkan diri dari dunia akting (film) pada tahun 1950 di usia 22.
Namun pada 1958, dia kembali ke dunia showbiz dalam serial antologi televisi. Dia juga sempat tampil sebagai bintang tamu beberapa acara TV pada awal 1960-an, selain kesibukan duduk sebagai anggota dewan di berbagai perusahaan dan organisasi, antara lain The Walt Disney Company, Del Monte Foods, hingga Federasi Alam Liar Nasional (AS).
Tahun 1967, Temple sempat mencoba pemilihan untuk masuk Kongres AS, namun gagal. Hingga akhirnya ditunjuk sebagai Dubes AS di Ghana pada 1974, lalu di Cekoslovakia pada 1989. Tahun 1988, dia merilis otobiografinya yang berjudul Child Star, yang tergolong laku keras.
Temple berada di urutan ke-18 dalam daftar legenda wanita Amerika di layar sepanjang masa, keluaran American Film Institute. (Euronews)
Berita Terkait
-
Universal Pictures Umumkan The Mummy 4 Tayang 2028, Brendan Fraser dan Rachel Weisz Comeback
-
Pemeran Sophie Bridgerton Season 4 Ungkap Dirinya Cucu Aktris Ternama Korea
-
Catat Jadwalnya, Ini 5 Film Hollywood Terbaru Tayang Februari 2026
-
Keren! Emma Stone Jadi Wanita Termuda yang Berhasil Raih 7 Nominasi Oscar
-
8 Film Luar Negeri Syuting di Indonesia, Terbaru Extraction: Tygo
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Deretan Fakta yang Harus Diketahui Sebelum Menonton The Art of Sarah
-
Chat Anak Bunuh Diri di Demak dengan Ibunya Tersebar, Dikhawatirkan Menular
-
Penampilan Putri Virgoun saat Jalan Bareng Inara Rusli Disorot: Emaknya Takut Kalah Cantik
-
Jennifer Coppen Buka Suara Soal Tudingan The Connell Twins Tentang Artis J yang Suka 'Digilir'
-
Dibela Ferry Irwandi, Beredar Jejak Digital Bigmo Ngaku Korupsi Viewers
-
Rayakan Long Weekend Imlek 2026: Ini Daftar Film Terbaru di Bioskop yang Wajib Ditonton
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Umumkan Sekuel, Ini Sinopsis Pelangi di Mars Film Sci-Fi Indonesia Pertama dengan Teknologi XR
-
Jadi Juri, Ardhito Pramono Ungkap Kriteria Icon Sejati di Audisi The Icon Indonesia
-
Review The Art of Sarah: Akting Shin Hye Sun Brilian, Tapi Plotnya Banyak Celah