Entertainment / Music
Senin, 05 Mei 2014 | 16:43 WIB
Happy Salma dan Ahda Imran, penulis naskah Monolog Inggit di Jakarta, Senin (5/5/2014) (Foto: suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Inggit Ganarsih, makin banyak anak bangsa yang tak mengenal perempuan yang satu ini. Ya, mantan isteri kedua Soekarno ini seolah telah terlupakan. Padahal, karena dialah, sosok Soekarno bisa menjadi pemimpin yang diakui dunia hingga kini.

Untuk lebih mengenalkan sosok Inggit inilah, Titimangsa Foundation kembali akan menggelar pertunjukan Monolog Inggit pada Sabtu 10/5/2014) di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Pementasan ini merupakan yang ke-12 kali. Namun, akan ada yang berbeda dengan pementasan kali ini.  "Selain dikemas dengan menggabungkan unsur tarian, 20 pemusik, dukungan multimedia, monolog Inggit ini akan jadi pertunjukan monolog pertama di Teater Jakarta," ujar Ahda Imran, si penulis naskah di Jakarta, Senin (5/5/2014) .

Seperti pementasan sebelumnya, kali ini monolog Inggit akan kembali dibawakan oleh Happy Salma. Meski telah 12 kali membawakan monolog Inggit, Happy mengaku selalu ada tantangan untuk membawakan monolog berdurasi dua jam ini.

"Selama 12 kali pentas kemarin, saya anggap itu sebagai latihan. Saya pikir, akan lebih mudah karena saya sudah sering membawakan naskah ini, ternyata ada saja tantangannya. Tanggal 10 Mei nanti adalah pementasan monolog Inggit yang sebenarnya," ujarnya.

Tanggapan positif pada pementasan-pementasan sebelumnya, ujar Happy, menjadi bukti bahwa kisah ini mendapat tempat di hati penonton. Dengan memasukkan musik, tarian dan multimedia, diharapkan akan membawa emosi penonton larut dengan karakter Inggit yang sabar dan setia. "Ia marah, dan berani, namun tetap sabar," tambah Happy.

Pementasan ini menurut Ahda memang didedikasikan untuk mengenang peran sosok Inggit Ganarsih yang cukup besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.

Monolog Inggit mengisahkan kesetiaan Inggit, istri kedua presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Selama 20 tahun Inggit setia menemani Kusno, panggilannya untuk Soekarno, hingga akhirnya ia berani berkata "tidak" ketika Kusno meminta ijin untuk menikah lagi. Inggit memilih menyingkir dari kehidupan Soekarno dan meminta Kusno menceraikan dirinya dan memulangkannya ke Bandung.

Mulai pesan tiket dari sekarang agar tak kehabisan, tiket pertunjukan ini dapat Anda beli seharga Rp. 300.000 hingga Rp 1.000.000.

Load More