Kewajiban berjihad itu kan ketika ada di satu wilayah atau negara. Kemudian ada orang di luar Islam melakukan penyerangan terhadap orang islam. Mereka disebut kafir harbi. Tapi, ada juga kafir dzimi, orang di luar Islam yang hidup di bawah kekuasaan Islam, mereka mau berdampingan dan mau bekerjasama. Orang-orang ini tentu dilindungi oleh Islam. Kemudian sekarang kita lihat apakah Indonesia merupakan peta jihad atau peta dakwah? Makanya ada fikihnya jihad dan dakwah. Ulama membagi-bagi, ada fikih jihad bagaimana caranya, dan ada fikih dakwah bagaimana caranya.
Tak sedikit orang memaknai jihad dengan cara berperang.
Tidak semua konflik perang jadi medan jihad. Lah, kalau begitu tawuran juga dong. Bawa golok masing-masing dan bunuh-bunuhan, apa itu disebut medan jihad? Mana yang disebut dengan jihad atau kampung jihad. Ini persoalan lain di luar niat orang untuk berjihad. Niat jihad itu begitu bagus sehingga dalam agama ini pun banyak cara untuk mendapatkan kesyahidan. Kalau mati syahid hanya dengan perang kasihan amat. Lho, andaikata negeri ini aman gimana? Belajar saja kemudian di tengah menimba ilmu agama meninggal dunia itu mati syahid. Setelah pulang kerja, lagi cari duit buat keluarga kemudian dibegal dan meninggal dunia itu juga jihad.
Artinya, ada laman-laman media Islam yang diblokir salah menafsirkan tentang pemahaman jihad?
Pada intinya tidak mudah menafsirkan ayat Al Quran dan hadist kecuali mereka ahli di bidang itu. Jadi, harusnya pemilik situs duduk bareng dengan MUI. Mereka sama-sama orang alim. Duduk bareng juga dengan pemerintah. Kalau dinyatakan berbahaya dan salah, saya pikir itu lain cerita lagi. Tapi sampai sekarang saya nggak tahu situs-situs yang diblokir itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik