Suara.com - Polisi masih belum menelusuri dugaan ijazah palsu artis sekaligus anggota Komisi VII DPR Lucky Hakim. Dugaan ijazah palsu ini diperoleh dari laki-laki berinisial RS dan A, dua orang pelaku pemerasan terhadap Lucky.
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengaku belum bisa menelusuri dugaan ini tanpa adanya bukti-bukti yang valid.
"Itu kan keterangan yang dibangun (pelaku). Kalau kita nggak punya bukti awal masa kita tindak," kata Krishna kepada wartawan, Jakarta, Kamis (18/6/2015).
Meski demikian, Krisha memberikan kesempatan kepada RS dan A untuk membuktikan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Lucky.
"Ya silahkan kalau dia membuka," katanya.
Sebelumnya Tim Unit I Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk RS dan A yang diduga terlibat pemerasan terhadap Lucky Hakim. Keduanya diciduk di Rest Rustiq Plaza Senayan pada Rabu (17/6/2015) pukul 17.00 WIB.
RS dan A merupakan tim sukses Lucky ketika mencalonkan menjadi Wakil Wali Kota Bekasi dan pemilu legislatif 2014 lalu. Jika tak menyerahkan uang yang diminta, mereka mengancam akan membeberkan rahasia terkait ijazah palsu, tunggakan pajak dan kasus perceraian Lucky.
Lucky sempat memberikan uang Rp10 juta kepada pelaku. Namun, ketika pelaku kembali meminta uang sebesar Rp60 juta, Lucky melapor ke Polda Metro Jaya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya