Suara.com - Serikat polisi kota New York,menyerukan boikot terhadap film terbaru Quentin Tarantino. Seruan ini dilancarkan karena Tarantino dinilai telah mendiskreditkan jajaran kepolisian.
Seruan untuk memboikot film "The Hateful Eight" ini setelah sutradara eksentrik peraih dua Oscar itu ikut turun ke jalan memprotes kematian tersangka tak bersenjata di tangan polisi.
"Bukan hal yang mengherankan bahwa orang yang hidup dengan memuliakan kejahatan dan kekerasan adalah seorang pembenci polisi juga. Sudah waktunya untuk memboikot film Quentin Tarantino," kata Patrick Lynch, wakil pihak kepolisian New York.
Film terbaru Tarantino ini sebenarnya tak ada urusan dengan polisi, karena mengisahkan para pemburu hadiah di Wyoming, pascaperang saudara di Amerika. Film ini rencananya akan mulai diputar pada libur Natal mendatang.
Selama ini Quentin Tarantino memang dikenla dengan karyanya yang unik dengan beberapa dia antaranya masuk kelompok box office, seperti "Reservoir Dogs" dan "Pulp Fiction" yang juga memberinya piala Oscar.
"Para polisi yang disebutnya sebagai 'pembunuh' tidak seburuk fantasi Tarantino. Mereka mempertaruhkan dan kadang mengorbankan hidup mereka untuk melindungi masyarakat dari kejahatan nyata dan kekacauan," tegas Lynch.
Sutradara eksentrik yang kini berumur 52 tahun itu bergabung dengan ratusan orang turun ke jalanan New York pada hari Sabtu (24/10/2015), berkampanye melawan kebrutalan polisi yang mengakibatkan kematian tersangka tak bersenjata dalam tahanan.
Selama setahun terakhir, demonstrasi besar-besaran dilakukan untuk memprotes perlakuan polisi yang dinilai tidak adil. Para demonstran juga mengkritik apa yang mereka sebut sebagai militerisasi dalam penegakan hukum di AS. (the.news.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Putry Poyz Buka Lifestyle Hub di Jakarta Selatan, Sediakan Tempat Khusus Buat Para Content Creator
-
Berapa Gaji Sus Rini? Gaya Pengasuh Rayyanza Pakai Tas Mewah Jadi Perbincangan
-
Tas Branded Sus Rini saat Liburan di Kapal Pesiar Jadi Sorotan, Berapa Harganya?
-
Musisi Indonesia hingga Mancanegara Bakal Manggung di Axean Festival 2026, Intip Line Up-nya!
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan