Suara.com - Setelah satu dekade, barulah album kedua kompilasi bassis terbaik Indonesia muncul kembali. Ada nama Thomas Ramdhan, atau yang lebih dikenal dengan Thomas Gigi di balik ide besar ini. Ia mengakui cukup sulit mengumpulkan para jawara bas Indonesia ini untuk mengkurasikan dalam bingkai album instrumental.
"Ini memang sulit, selain saya dan keluarga juga sedang mengalami masa yang berat. Akan tetapi, di sinilah saya melihat inspirasi itu untuk bangkit dan ingin segera menyelesaikan kompilasi bassis ini setelah melihat kawan seperjuangan saya memainkan bas begitu indah," kata pembetot bas yang mengidolakan Flea, bassis Red Hot Chilli Peppers (RHCP) ini.
Peluncuran album Bass Heroes diselenggarakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016) malam. Warna merah melatari poster-poster yang menghiasi Teater Jakarta sesuai dengan kover album CD "Bass Heroes 2".
Alat musik yang secara normal memiliki senar berjumlah empat ini rupanya mempunyai penggemar fanatik tersendiri, terbukti dengan banyaknya penonton yang memakai baju 'kebangsaan' pemain Bass Heroes ataupun band yang menaunginya.
Riuhnya penonton semakin menjadi ketika tirai yang menutupi ruang bergaya arsitektur Eropa klasik tersebut dibuka. Tiba-tiba seorang pemain bass memainkan bas berjenis "freetless" dengan tudung di kepala dan suasana lampu masih sengaja digelapkan untuk memberi kesan misterius.
Disusul kemudian tiga bassis memainkan lagu instrumental pertama, mereka adalah Swara Wimayoga atau Wima J-Rock, Arya Setyadi, dan Fajar Adi Nugroho. Gebukan drum dari Echa Soemantri terdengar bersinergi dengan tiga instrumen bersuara rendah tersebut.
Kali ini tata suara sukses untuk lebih dari satu bas karena didukung dengan tatanan ruang Teater Jakarta yang memiliki "ruang akustik' yang bagus, atau tidak memantul dan mampu meredam "noise".
Selain dari kemampuan soundman yang mumpuni, pemain juga memilih efek bas yang berbeda untuk memberikan kesan ramai namun tidak berisik dan memberikan kesan khas pada karakter bas masing-masing.
Wima yang lincah jarinya dengan teknik "picking" ala Japan Rock menggunakan efek elektrik agar suara tinggi seperti lead gitar, kemudian Arya bassis dari band Voodoo memainkan skala melodi lebih natural untuk mengimbangi "sound middle"-nya, sedangkan Fajar menjaga ritme memainkan nada dasar dentuman bas.
Menyusul lagu usai, tiga Srikandi bass Indonesia mulai memanaskan panggung. Mereka adalah Nissa Hamzah (bassis Omelete), Wanda Omar bassis muda, dan Icez mantan bassis grup Band Kotak. Mereka memainkan lagu instrumental berjudul "Tiga Dara" ciptaan Nissa yang tampak anggun dengan gaun hitam dan tetap feminim dengan sepatu "highheels"-nya.
Penampilan selanjutnya, giliran bassis senior Indro Hardjodikoro, pembetot bas yang sering tampil dengan Tohpati dan Erwin Gutawa ini lebih komunikatif dengan lelucon ringannya. "Lagu apa, ya, yang akan kita mainkan?" tanyanya kepada Echa Soemantri. "Oh 'Get Closer' sajalah," jawabnya sendiri.
Mulailah Indro dengan pemanasan lagu memakai teknik Slap bass yang terdengar cukup mahir karena mamainkan skala nada bas dengan rapi.
Setelah Indro, muncul bassis "botak" asal Madura, Adi Darmawan. Dengan mengenakan sarung, Adi memulai dari olah vokal suara bercengkok etnik. Cengkok tinggi suara Adi diiringi dengan nada basnya terdengar nuansa etnik dengan ambience mistik.
Ternyata cengkok melengking vokalnya didapat dari pengalamannya memainkan lagu dangdut. Disusul kemudian bassis Voodo, Arya Setyadi, pengajar musik ini dikenal dengan tehnik 'Typing' pada bassnya, atau memainkan senar bas dengan cara ditekan pada "freetboard"-nya dengan kedua tangan, termasuk tangan kanan yang seharusnya memetik senar (Apoyando).
Berbeda dengan personel lain yang lazimnya bermain bas diiringi instrumen lain minimal drum, Arya mahir memainkan bas tanpa iringan ketukan drum. Teknik ini juga dipakai pada lagu instrumental Arya pada Bass Heroes jilid pertama yang berjudul "She's Mine", dan dia terapkan lagi pada Bass Heroes jilid dua ini.
Sementara itu, permainan emosional ditunjukkan oleh Shadu Rasjidi (Shadu Rasjidi Band, aliran jazz), yang sempat membanting basnya dengan keras ke lantai panggung. Kemudian, dia pun mengeluhkan tingkahnya sendiri, "Waduh jadi fals suara basku."
Penampilan solo terakhir adalah Fajar Adi Nugroho, pemain bas pada grup Band Gugun Blues Shelter (GBS) tersebut merupakan pengganti Jono Ex-GBS. Dia banyak memainkan instrumen dengan sentuhan bas memakai teknik "Slap and Hammer" atau memukul senar bas dengan ibu jari, diiringi penampilan atraktif dari Echa Soemantri dengan ketukan blues sembari melakukan "tricking stick".
Perang bintang "bass session" tersebut ditutup dengan kolaborasi seluruh personel "Bass Heroes 2". Tampak pula hadir Chua (bassis Kotak) dan Bowie (Drumer Gugun Blues Shelter) di deretan penonton yang berteriak menyemangati rekan-rekan musisinya.
Secara keseluruhan "Bass Heroes 2" diramaikan 15 pemain bass session dengan mayoritas lagu instrumental. Mereka adalah Samuel Song (Three Song), Bongky Marcel (Ex-Slank B.I.P.), Indro Hardjodikoro (The Fingers), Shadu Rasjidi (SRB), A.S. Mates (bass session JavaJazz), Wanda Omar (Jabal Rootz), Adi Darmawan (Ligro Band), Yance Manusama (bass legend section), Nissa Hamzah (Omellete Band), Swara Wimayoga (J-rock), Thomas Ramdhan (Gigi), Icez (Triad Band 'Ahmad Dhani'), Barry Likumahuwa (B.L.P.), Fajar Adi Nugroho (Gugun Blues Shelter), dan Arya Setyadi (Voodoo). (Antara)
Berita Terkait
-
Mahadewi Hasil Kolaborasi Padi Reborn dan Yura Yunita di PSM 2025 Bakal Jadi Momen Monumental
-
Yuke Dewa 19 dan Korban Tabrak Mobilnya Berakhir Damai
-
Pria Diduga Yuke Basis Dewa 19 Tabrak Anak Kecil, Gerak Cepat Bawa ke Rumah Sakit
-
1001 Malam Batavia Bikin Ramadhan Makin Meriah: Gabungkan Harmoni Budaya, Kuliner, dan Pertunjukan Memukau
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teaser Poster "Bapakmu Kiper" Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam di Film Komedi Terbaru
-
Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah