Suara.com - Artis yang kini menjadi anggota legislatif Arzetti Bilbina prihatin dengan maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini. Menurut dia, internet memiliki pengaruh kuat terkait perilaku kekerasan seksual.
"Kalau kita lihat kasus kemarin seperti terjadi di Kediri, Surabaya kan tinggi. Mungkin karena media seperti handphone dan internet yang membuat mereka punya wawasan, mengenai seksual, sehingga terjadi hal-hal seperti itu. Memprihatinkan sangat bagi kita," kata Arzeti di Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta, Selasa (17/5/2016).
Arzeti mencontohkan kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun di Bengkulu yang dilakukan oleh 14 orang tersangka. Kata dia, para pelaku melakukan aksi bejat itu setelah menonton film porno di internet.
"Kasus YY dibahas sekarang, bukan kasusnya tapi apa penyebabnya. Ternyata (kasus yang terjadi) di Surabaya nonton internet nah itu di bedah. Cari solusinya," ucapnya.
Lebih lanjut kata Arzeti, Komisi VIII DPR masih akan membahas Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan seksual. Dia bilang, pembahasan RUU tersebut membutuhkan waktu.
Terkait hukuman bagi para pelaku kekerasan seksual, DPR kata Arzeti, masih melihat hukuman apa yang pantas. Yang pasti dia ingin ganjaran bisa membuat efek jera.
"Ada beberapa orang mengatakan kalau pakai kebiri HAMnya diambil, artinya negara nggak punya kekuatan hukum. Memang pembahasan harus detil, karena harus lebih. Komisi VIII lebih spesifik lagi, untuk pembahasan ini, jadi memang hukuman itu harus ada ketegasan untuk pelaku," ujarnya menjelaskan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik
-
Toy Story 5: Saat Woody Menua dan Terancam Terlupakan oleh Gawai Bonnie
-
Bintangi Film Tanah Sengketa, The Virgin Berani Tampil Beda
-
Follow Me (No Escape): Ketika Konten Viral Berujung Maut, Malam Ini di Trans TV