Suara.com - Rohadi, panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus pelecahan seksual penyanyi dangdut Saipul Jamil, berencana membangun wisata air atau waterpark. Sayang, dia keburu tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.
Hal ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Hendra Heriansyah di gedung KPK di jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2016).
"Water park itu baru wacana. Masih tanah kosong belum terbangun," kata Hendra.
Menurutnya, surat tanah lokasi pembangun water park sudah ada di tangan Rohadi, namun pembayarannya belum dilunasi. Status tanah pun, kata dia, masih milik masyarakat. Nantinya, Rohadi berencana mengajak investor untuk membangun fasilitas tersebut.
Hendra juga meluruskan mengenai isu kliennya memiliki hotel.
"Pak rohadi juga merasa kaget. Hotel apa? Di mana? Saya kejar, tolong dipastikan Pak Rohadi. Rohadi memberikan keyakinan kepada kami bahwa dia tidak punya aset hotel," kata Hendra.
Diketahui, harta berlimpah Rohadi diungkapkan KPK dalam rapat dengar pendapat dengan DPR, Rabu 21 September lalu. KPK menjawab cibiran sejumlah pihak terkait operasi tangkap tangan terhadap suap dengan nominal kecil, salah satunya adalah Rohadi.
"Waktu itu Pak Agus Rahardjo (ketua KPK) di acara Muhammadiyah diketawain Pak Rizal Ramli (eks Menko Kemaritiman). Pak Agus kok OTT Rohadi cuma Rp250 juta," kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif.
Rohadi ditangkap KPK karena menerima suap dari Samsul Hidayatullah, kakak pedangdut Saipul Jamil. Rizal, kata Syarif, menyebut perkara itu sekelas kasus di kepolisian sektor.
Syarif pun menjelaskan, kasus suap bukan soal nominal. Ini perlu diungkap lantaran Rohadi memiliki kekayaan dan aset yang sangat tidak wajar jika dilihat dari karier dan pekerjaannya.
"Ada (punya) hotelnya, taman rekreasi, rumah sakit. Mobilnya 16. Ini kan panitera, bukan hakim agung, bukan hakim PN," kata Syarif.
Syarif ingin mengatakan, dari nominal suap yang tergolong kecil itu menjadi pintu masuk KPK membumihanguskan praktik atau skandal megakorupsi lainnya. KPK ingin menjerat orang-orang di belakang Rohadi.
"Ada daun, ada ranting, ada pohon. Mudah-mudahan, pohonnya juga bisa ketebang. Karena susah kalau langsung ke pohonnya. Jadi harus lewat ranting-ranting," kata Syarif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik
-
Toy Story 5: Saat Woody Menua dan Terancam Terlupakan oleh Gawai Bonnie
-
Bintangi Film Tanah Sengketa, The Virgin Berani Tampil Beda
-
Follow Me (No Escape): Ketika Konten Viral Berujung Maut, Malam Ini di Trans TV